Aksi Memukau Altaf Ridwan, Tembus Final FIA Karting di Belgia
Talenta muda motorsport Indonesia kembali menunjukkan tajinya di kancah internasional. Pebalap gokart berusia 16 tahun, Altaf Ridwan, sukses menembus babak Final FIA Karting Academy Trophy Round 1 yang digelar di Sirkuit Genk, Belgia, pada 21–24 Mei 2026.
Turun dengan nomor gokart 536, Altaf menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang harus bersaing ketat dengan 54 pebalap dari berbagai belahan dunia di kelas Academy Junior.
Perjuangan pebalap Tanah Air ini terbilang tidak mudah. Sejak awal kompetisi, Altaf sudah dihadapkan pada kendala teknis yang cukup berat.
Pada sesi Qualifying Time Trial (QTT), ia hanya mampu mengamankan posisi ke-46. Hasil minor ini terjadi lantaran ia terpaksa menggunakan sasis yang bengkok akibat insiden tabrakan pada sesi sebelumnya.
Altaf Ridwan, pebalap gokart yang wakili Indonesia di FIA Karting Academy Trophy di Belgia
Aksi Overtake yang Memukau
Meski harus mengawali jalannya balapan dari barisan belakang, mental bertarung Altaf tidak surut. Ia justru tampil agresif dan menunjukkan teknik overtake yang impresif di sepanjang sesi Qualifying Heat.
Lewat akumulasi poin dari ketiga heat, Altaf berhasil melesat ke posisi ke-26 secara keseluruhan (overall). Hasil ini sekaligus mengamankan tiket berharga untuk melaju ke babak Final, yang hanya diikuti oleh 36 pembalap terbaik.
Drama dan Insiden di Babak Final
Memasuki partai puncak, performa Altaf sebenarnya terus menjanjikan. Ia sempat merangsek naik ke posisi ke-19 dan berusaha keras mempertahankan ritme balapnya. Namun sayang, dewi fortuna belum berpihak padanya.
Gokart yang dikemudikan Altaf ditabrak oleh pembalap asal Kenya, Bwana Gessese. Benturan keras tersebut memaksa Altaf menyudahi balapan lebih awal dan masuk ke pembatas lintasan saat balapan masih menyisakan 17 lap.
Altaf Ridwan, pebalap gokart yang wakili Indonesia di FIA Karting Academy Trophy di Belgia
Atas insiden tersebut, Race Direction bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi diskualifikasi (DSQ) kepada pembalap Kenya yang memicu tabrakan.
“Saya senang berada di posisi belakang karena di setiap heat bisa overtake. Ini pengalaman menyenangkan dan saya selalu positif melihat segala kejadian dan masalah,” ujar Altaf Ridwan, dalam keterangan resminya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang