Rylan Henry Pribadi Cucu Konglomerat yang Meninggal di Jepang, Polisi Selidiki Kecelakaan Ski

Rylan Henry Pribadi, kecelakaan ski, Napan Group, Rylan Henry Pribadi Cucu Konglomerat yang Meninggal di Jepang, Polisi Selidiki Kecelakaan Ski, Profil Rylan Henry Pribadi dan latar belakang keluarga, Kewarganegaraan ganda dan aktivitas di Jepang, Kronologi kecelakaan ski di Niseko, Jepang, Ucapan duka dan penyelidikan aparat Jepang

Rylan Henry Pribadi, cucu pendiri Napan Group Henry Pribadi, meninggal dunia pada usia 17 tahun setelah mengalami kecelakaan saat bermain ski di Jepang.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan wisata Niseko, Hokkaido, pada awal Januari 2026.

Insiden ini memicu perhatian publik sekaligus ucapan belasungkawa dari keluarga dan tokoh nasional.

Lantas, bagaimana latar belakang Rylan Henry Pribadi dan penyelidikan otoritas Jepang atas kematiannya?

Profil Rylan Henry Pribadi dan latar belakang keluarga

Rylan Henry Pribadi merupakan remaja berusia 17 tahun, anak dari pengusaha Reza Pribadi dan cucu konglomerat Henry Pribadi.

Identitas Rylan terungkap setelah kepolisian Jepang menyelidiki kecelakaan ski di Jepang yang menewaskan remaja Indonesia tersebut.

Anak pengusaha dan cucu pendiri Napan Group

Reza Pribadi dikenal aktif di dunia usaha dan terlibat dalam sejumlah perusahaan swasta, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia merupakan salah satu anak Henry Pribadi, pendiri Napan Group yang merintis bisnis keluarga sejak 1972.

Henry Pribadi dikenal luas sebagai pengusaha nasional yang berperan besar pada era konglomerasi Indonesia dekade 1980–1990-an.

Dalam kehidupan keluarga, regenerasi bisnis Napan Group disebut tetap berjalan meski tidak banyak anggota keluarga tampil di ruang publik.

Kewarganegaraan ganda dan aktivitas di Jepang

Berdasarkan informasi yang terungkap, Rylan Henry Pribadi memiliki kewarganegaraan ganda Indonesia–Australia.

Pada awal Januari 2026, ia berada di Jepang untuk menghabiskan liburan musim dingin bersama sejumlah teman.

Niseko dikenal sebagai salah satu destinasi ski favorit wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia.

Saat insiden terjadi, Rylan Henry Pribadi diketahui meluncur di lintasan ski seorang diri.

Kronologi kecelakaan ski di Niseko, Jepang

Peristiwa bermula ketika seorang pemain ski lain melihat tubuh korban tergeletak di lintasan dalam kondisi tidak bergerak.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola resor ski.

Petugas resor mendatangi lokasi dan mendapati Rylan Henry Pribadi dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Pihak pengelola lalu menghubungi layanan darurat dan kepolisian Jepang. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.

Berdasarkan keterangan kepolisian Hokkaido, di lintasan terdapat deretan tiang yang dihubungkan tali sebagai penanda batas area bermain ski.

Saat meluncur, korban diduga tidak menyadari keberadaan tali pembatas tersebut hingga lehernya mengenai tali dan menyebabkan korban terjatuh serta kehilangan kesadaran.

Ucapan duka dan penyelidikan aparat Jepang

Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan, termasuk tokoh nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosialnya.

"Saya dan Ibu Yanti @yanti.airlangga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat kami, keluarga pengusaha nasional, Bapak Reza Pribadi, dan cucu Bapak Henry Pribadi," tulis Airlangga, dilansir dari , Sabtu (17/1/2026). 

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie juga menyampaikan duka cita.

"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya Reza Pribadi @rezpribadi. Rylan juga cucu dari mantan tetangga kami, Pak Henry Pribadi," tulis Anindya.

Sementara itu, polisi Jepang masih mendalami insiden tersebut. Hasil autopsi menyatakan penyebab kematian Rylan Henry Pribadi adalah asfiksia atau mati lemas.

"Asfiksia disebabkan oleh tekanan pada bagian leher akibat lilitan tali pembatas lintasan," ujar pihak kepolisian, dikutip dari BangkaPos Tribunnews, Sabtu. 

Hingga kini, polisi Hokkaido masih menyelidiki detail teknis kecelakaan ski di Niseko yang menyebabkan Rylan Henry Pribadi meninggal dunia saat bermain ski di Jepang.

Sebagian artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul "Terungkap Sosok Remaja 17 Tahun Meninggal saat Main Ski di Jepang, Cucu Konglomerat Napan Group".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang