Gugur di Babak Awal, Lanny Tria dan Tiwi Akhiri Kerja Sama di Ganda Putri di India Open 2026

Lanny Tria dan Tiwi Akhiri Kerja Sama di Ganda Putri di India Open 2026
Lanny Tria dan Tiwi Akhiri Kerja Sama di Ganda Putri di India Open 2026

Perjalanan Lanny Tria Mayasari dan Amallia Cahaya Pratiwi di India Open 2026 resmi berakhir di babak pertama. Kekalahan ini sekaligus menjadi penanda akhir kebersamaan mereka sebagai pasangan ganda putri Pelatnas PBSI.

Pada laga babak 32 besar yang berlangsung di New Delhi, Lanny dan Tiwi harus mengakui keunggulan pasangan unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu dan Tan Ning, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-19, 11-21, 9-21.

Lanny mengungkapkan bahwa permainan mereka sebenarnya sempat berjalan sesuai rencana pada gim pertama. Namun, situasi berubah drastis setelah lawan melakukan penyesuaian strategi.

“Di gim pertama kami sudah bisa memegang pola permainan mereka, tapi di gim kedua dan ketiga kami tidak siap dengan perubahan pola lawan. Jadi agak bingung dan kurang yakin, kondisinya goyah,” ujar Lanny dalam keterangan yang dikutip dari PBSI.

Hal senada disampaikan Amallia Cahaya Pratiwi. Ia menilai pasangan China tampil jauh lebih agresif setelah interval, sementara mereka justru gagal merespons dengan tepat.

“Di gim kedua mereka sudah mulai mempercepat tempo, harusnya kami netralisir tapi malah terbawa irama mereka,” kata Tiwi.

Lebih lanjut, Tiwi memastikan bahwa India Open 2026 menjadi turnamen terakhirnya bersama Lanny. Keputusan untuk berpisah sebenarnya sudah disiapkan sejak akhir tahun lalu, meski sempat tertunda karena kewajiban turnamen.

“Setelah ini kami akan berganti pasangan dan sudah mulai persiapan sejak akhir tahun lalu, hanya memang terpotong minggu ini karena saya harus hadir di turnamen Super 750 sebagai Top Committed Player,” jelasnya.

Tiwi berharap perubahan pasangan yang dijalaninya dapat membawa dampak positif ke depan. Ia pun menjadikan Daihatsu Indonesia Masters 2026 sebagai momentum awal untuk membangun chemistry bersama partner barunya. Atlet ganda putri tersebut menargetkan bisa tampil optimal dan meraih hasil terbaik karena memiliki visi dan tujuan yang sejalan dengan pasangan barunya.

Sementara itu, perombakan pasangan di sektor ganda putri ini disebut sebagai bagian dari evaluasi PBSI guna meningkatkan daya saing atlet Indonesia di level turnamen elite dunia, khususnya dalam menghadapi padatnya kalender kompetisi BWF sepanjang 2026.