Gaikindo Sambut Rencana Pemerintah Bikin Mobil Nasional di 2027
Pemerintah ingin Indonesia menunjukkan kemandiriannya dalam hal industri otomotif. Untuk itu mereka berencana membuat mobil nasional.
Wacana di atas ternyata mendapat banyak dukungan. Seperti datang dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Kalau Indonesia mau bikin mobil nasional, kita mendukung. Sangat mendukung program mobil Indonesia,” ungkap Jongkie D. Sugiarto, Vice Chairman Market Development Gaikindo di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Menurut Jongkie, kehadiran kendaraan roda empat buatan anak bangsa akan membawa dampak positif bagi konsumen.

Seperti contoh, menambah opsi kendaraan roda empat yang dapat dibeli oleh masyarakat.
Akan tetapi, Gaikindo menilai program mobil nasional tidak bisa dibuat sembarangan. Harus ada perencanaan sangat matang.
“Kebijakannya itu harus sejalan juga dengan rencana pemerintah yang akan membuat mobil nasional,” lanjut Jongkie.
Selain itu, Gaikindo juga menyambut kabar harga mobil nasional yang bakal berada di bawah Rp 300 jutaan.
Jongkie menilai hal tersebut, akan membuat masyarakat lebih tertarik untuk memilikinya.
“Alhamdulillah saja, saya sih sangat mendukung. Kalau bisa oke, waduh senang saya,” tegas Jongkie.
Sekadar mengingatkan, Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat untuk memproduksi mobil nasional.
Mereka juga menargetkan kapasitas produksi 500 ribu unit per tahun. Dimulai dengan 100 ribu unit pada 2028 sebagai tahap awal.
“Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” ungkap Sigit P. Santosa, Direktur Utama PT Pindad, dalam kesempatan berbeda.
Di sisi lain Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian (Menperin), memastikan produksi mobil nasional akan segera dilakukan.
“Mobil nasional kita proyeksikan akan mulai produksi 2027,” kata Agus.
Agus mengatakan, pembahasan secara rinci mengenai mobil nasional melibatkan Pindad.
Nantinya dalam pertemuan tersebut membahas jenis kendaraan yang akan diproduksi. Lalu teknologi bakal digunakan.
Selain itu teknologi yang diterapkan dalam proses produksi, strategi penetapan harga (pricing strategy), strategi pemasaran maupun pelayanan purna jual.

"Pembahasan banyak hal tersebut strategis demi menyiapkan dan mewujudkan arahan Bapak Presiden agar Indonesia bisa segera memiliki mobil nasional,” tambah Agus.
Kemudian Kementerian Perindustrian dan Pindad membuka kemungkinan kolaborasi dengan pihak lain.
Jadi dapat bersama-sama mengembangkan mobil nasional. Mimpi Presiden Prabowo Subianto memiliki kendaraan lokal bisa segera terwujud.