Real Madrid Pecat Xabi Alonso Usai Dipecundangi Barcelona?
Masa depan Xabi Alonso di Real Madrid akhirnya menemui kejelasan. Meski kembali kalah dari Barcelona untuk kelima kalinya dalam enam pertemuan terakhir, tiga di antaranya terjadi di partai final—manajemen Los Blancos memutuskan belum akan memecat sang pelatih.
Real Madrid sempat memutus tren negatif atas Barcelona saat menang 2-1 di LaLiga musim ini. Namun dominasi Blaugrana kembali terasa ketika tim asuhan Hansi Flick menundukkan Madrid dengan skor 3-2 pada final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi, Minggu malam.
Xabi Alonso sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada musim panas lalu, menggantikan Carlo Ancelotti. Meski baru seumur jagung, tekanan sudah mengarah kepadanya sejak akhir 2025, terutama setelah Madrid hanya meraih dua kemenangan dari delapan laga dalam rentang awal November hingga pertengahan Desember.
Sejumlah media Spanyol kala itu mengabarkan posisi Alonso dalam bahaya. Bahkan, hasil Piala Super Spanyol disebut-sebut bakal menjadi penentu nasibnya. Madrid memang berhasil menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal, tetapi kembali tumbang di tangan Barcelona di laga puncak, meski Vinicius Junior mencetak gol spektakuler.
Namun kekalahan tersebut ternyata belum cukup untuk mengakhiri masa jabatan Alonso. Jurnalis Spanyol yang dikenal dekat dengan Real Madrid, Jose Felix Diaz, menegaskan bahwa posisi sang pelatih masih aman.
“Meski kalah dari Barcelona, posisi pelatih tidak dalam bahaya. Ini adalah momen untuk melakukan evaluasi dan mencari solusi atas masalah tim,” tulis Diaz dalam laporannya.
Ia menambahkan bahwa performa Madrid di Piala Super Spanyol justru memberi Alonso ruang untuk bertahan.
“Tidak ada ultimatum. Kekalahan di Jeddah memang tidak memperkuat posisi tim, tetapi memberi kesempatan bagi Alonso untuk terus memimpin dan memperbaiki performa,” lanjutnya.
Menurut Diaz, manajemen Madrid menilai performa tim masih menunjukkan potensi, sehingga fokus diarahkan pada peningkatan, bukan mencari kambing hitam di kursi pelatih.
Masalah utama yang menjadi perhatian serius adalah kondisi fisik pemain. Cedera terus menghantui skuad Madrid hampir di setiap pertandingan. Ferland Mendy cedera di semifinal, sementara Dean Huijsen mengalami masalah otot serius di laga final.
Kembalinya Niko Mihić ke departemen medis disebut sebagai langkah awal. Staf pelatih kini dituntut menemukan formula tepat untuk meningkatkan kebugaran pemain, dengan dukungan penuh dari manajemen klub.
Di pusat latihan Valdebebas, keyakinan masih terjaga bahwa Real Madrid mampu menjalani musim yang baik, dengan syarat kondisi fisik tim segera membaik.
Sementara itu, keputusan lain juga telah diambil terkait bursa transfer Januari. Real Madrid tidak berencana merekrut pemain baru pada jendela transfer musim dingin ini.
Manajemen klub tetap berpegang pada prinsip lama bahwa bursa Januari tidak menawarkan nilai ideal. Selain itu, pemain yang datang di tengah musim dinilai membutuhkan waktu adaptasi dan jarang memberi dampak signifikan.
“Untuk saat ini, tidak ada pembicaraan soal masuk ke pasar transfer musim dingin. Ini adalah periode yang tidak terlalu dipercaya klub,” ujar Diaz.
Ia juga menyebut bahwa akademi belum dianggap sebagai solusi instan musim ini. Meski beberapa pemain muda akan tampil di ajang Copa del Rey, hanya Gonzalo Garcia yang benar-benar masuk rencana tim utama.
Dengan keputusan ini, Xabi Alonso dipastikan masih mendapat kepercayaan penuh. Tantangan selanjutnya adalah menjawab kepercayaan tersebut dengan performa yang lebih stabil—terutama dalam laga-laga besar yang sejauh ini masih menjadi momok bagi Real Madrid.