Usai Singkirkan Atletico, Valverde Minta Real Madrid Tak Lengah Hadapi Barcelona

Gelandang Real Madrid, Federico Valverde
Gelandang Real Madrid, Federico Valverde

 Real Madrid menatap laga puncak Piala Super Spanyol dengan penuh kewaspadaan. Gelandang andalan Los Blancos, Federico Valverde, menegaskan pentingnya fokus dan kesiapan mental jelang duel panas kontra Barcelona di partai final yang akan digelar Minggu mendatang.

Valverde menilai keberhasilan lolos ke final bukan alasan untuk lengah. Menurutnya, persiapan matang dan konsentrasi penuh menjadi kunci jika Real Madrid ingin mengangkat trofi.

“Kami harus mempersiapkan diri dengan baik, beristirahat cukup, dan secara mental siap untuk menang,” ujar Valverde, dikutip dari laman resmi Real Madrid, Jumat 9 Januari 2026.

Real Madrid memastikan tiket ke final Piala Super Spanyol setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis waktu setempat atau Jumat dini hari WIB, 9 Januari 2026. Pertandingan berjalan ketat dan sarat tensi, mencerminkan sengitnya rivalitas dua tim sekota tersebut.

Federico Valverde tampil sebagai salah satu aktor utama dalam kemenangan Real Madrid. Pemain asal Uruguay itu mencetak satu gol sekaligus menyumbang satu assist, kontribusi krusial yang membawa timnya melangkah ke partai puncak.

Valverde mengaku sangat puas dengan gol yang dicetaknya, terlebih setelah cukup lama tidak mencatatkan nama di papan skor.

“Gol pertama saya tahun ini. Setelah melewati banyak pertandingan tanpa mencetak gol, hari ini menjadi pertandingan yang bagus bagi saya untuk kembali mencetak gol dan yang terpenting tim bisa menang,” ucap gelandang berusia 27 tahun tersebut.

Ia juga mengakui laga melawan Atletico Madrid bukan pertandingan yang mudah. Intensitas tinggi dan tekanan sepanjang laga membuat Real Madrid harus bekerja ekstra keras.

Menurut Valverde, masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi sebelum menghadapi Barcelona di final. Ia menekankan pentingnya kebersamaan tim, terutama dalam situasi sulit.

“Kami harus terus memperbaiki kekurangan dan terus berkembang. Kami adalah tim yang hebat, tetapi kami harus lebih bersatu di saat-saat sulit. Itu bagian dari sepak bola. Kami harus tahu kapan bertahan, menyerang, dan tetap kompak,” tuturnya.

Sementara itu, pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menilai kemenangan atas Atletico Madrid menunjukkan karakter timnya dalam menghadapi laga besar. Ia menyebut gol cepat Valverde sebagai momen penting yang memengaruhi jalannya pertandingan.

“Ini pertandingan yang sangat ketat. Gol cepat Fede memberi kami keuntungan dan sedikit mengubah segalanya karena kami punya sesuatu yang harus dipertahankan,” kata Xabi Alonso.

Alonso menilai Real Madrid mampu mengontrol permainan pada babak pertama dan relatif minim ancaman dari Atletico Madrid.

“Di babak pertama kami hampir tidak mendapat tekanan. Ini adalah pertandingan semifinal dan tim ini tahu bagaimana bermain di semifinal serta tahu bagaimana cara bersaing. Target kami adalah mencapai final,” ujarnya.

Situasi berubah di babak kedua ketika Atletico Madrid memperkecil ketertinggalan. Alonso mengakui timnya harus melakukan sejumlah penyesuaian untuk menjaga keunggulan hingga laga usai.

“Pertandingan menjadi sangat intens. Saat skor berubah menjadi 1-2, kami harus melakukan perubahan. Ada momen ketika kami kembali tenang dan pada akhirnya kami mampu bertahan dengan baik,” jelas Alonso.

Ia menegaskan bahwa kemampuan bertahan di menit-menit akhir menjadi elemen penting dalam perburuan gelar juara. Menurutnya, pendekatan seperti itulah yang dibutuhkan Real Madrid untuk bersaing di laga final.

Xabi Alonso juga memberikan pujian khusus kepada Federico Valverde. Ia menilai Valverde tampil sangat impresif, bukan hanya karena gol dan assist, tetapi juga kontribusinya dalam bertahan dan menyerang.

“Intensitasnya mencerminkan gen kompetitif yang ia miliki. Gol yang dicetaknya adalah gol khas Valverde yang menunjukkan kualitasnya,” kata Alonso.

Terkait pernyataan Diego Simeone kepada Vinicius Junior setelah sang pemain ditarik keluar, Alonso bersikap kritis. Ia menilai ucapan tersebut bukan contoh sportivitas yang baik dan menegaskan bahwa rasa hormat harus tetap dijaga di atas lapangan.

“Tidak semua hal bisa dibenarkan di lapangan. Setiap tindakan memiliki batas, dan rasa hormat kepada lawan harus selalu dijaga,” tegasnya.

Alonso juga menjelaskan alasan menarik keluar Antonio Rüdiger dan Raúl Asencio. Menurutnya, Rüdiger mengalami masalah pada lutut akibat kelelahan, sementara Asencio juga sudah berada dalam kondisi fisik yang menurun.

Karena itu, tim pelatih memutuskan memasukkan pemain yang lebih segar demi menjaga keseimbangan dan soliditas lini pertahanan. Masuknya Fran Garcia dan Ferland Mendy dinilai membawa stabilitas, sementara peran Jude Bellingham di posisi double pivot membantu tim lebih tenang dalam mengalirkan bola.