Top 5+ Miliarder Dunia Panen Cuan Imbas Reli Bitcoin, Ada CZ hingga Michael Saylor
Bitcoin kembali mencetak rekor tertinggi baru sepanjang tahun 2025. Aset digitl paling mahal di dunia ini sempat melampaui level US$100.000 pada bulan Desember 2025.
Lonjakan pesat harga Bitcoin mendorong kapitalisasi pasarnya mendekati US$2 triliun. Kenaikan harga Bitcoin tidak hanya mengubah peta investasi global, tetapi juga menambah cuan deretan miliarder yang berinvestasi di kripto sehingga kekayaannya melesat fantastis.
Meski kepemilikan Bitcoin sulit dilacak karena sifat dompet digital yang anonim, sejumlah tokoh terbuka mengenai keterlibatan dan aset kriptonya. DIkutip dari Investopedia, berikut lima miliarder kripto yang kekayaannya tumbuh seiring pesatnya adopsi Bitcoin dan ekosistem aset digital.
1. Changpeng Zhao (CZ)
Changpeng Zhao atau CZ, menjadi salah satu simbol kesuksesan industri kripto global. Ia mendirikan Binance pada 2017, yang kini dikenal sebagai bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume transaksi harian.
Forbes mencatat kekayaan CZ mencapai sekitar US$67,8 miliar pada Juni 2024. Zhao mengambil langkah berani saat menjual apartemennya demi membeli Bitcoin pada 2014. Keputusan tersebut menjadi fondasi perjalanan bisnisnya di dunia kripto.
Binance berkembang pesat dengan menawarkan ratusan aset kripto dan produk derivatif. Namun, ekspansi agresif tersebut juga membuat perusahaan ini menghadapi tantangan regulasi di berbagai negara.
2. Brian Armstrong
Brian Armstrong mendirikan Coinbase pada 2012 setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai insinyur perangkat lunak. Coinbase kini menjadi gerbang utama investor ritel di Amerika Utara untuk masuk ke dunia kripto.
Dengan kepemilikan sekitar 19 persen saham Coinbase, Armstrong diperkirakan memiliki kekayaan US$14,7 miliar per Desember 2024. Coinbase melantai di bursa saham pada 2021 dan terus memainkan peran penting dalam adopsi kripto secara mainstream.
Armstrong secara konsisten menyuarakan visinya tentang sistem keuangan global yang terbuka dan inklusif melalui teknologi blockchain.
3. Michael Saylor
Michael Saylor dikenal sebagai salah satu pendukung Bitcoin paling vokal di dunia korporasi. Perusahaannya, MicroStrategy, mulai membeli Bitcoin pada 2020 sebagai strategi pengelolaan kas perusahaan.
Hingga Desember 2024, MicroStrategy tercatat memiliki sekitar 402.100 Bitcoin, dengan nilai mendekati US$40 miliar. Saylor secara aktif memanfaatkan momentum koreksi harga untuk menambah kepemilikan aset digital tersebut.
Meski sempat menghadapi persoalan hukum terkait pajak pribadi, Saylor tetap menjadi figur sentral dalam narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai jangka panjang.
4. Giancarlo Devasini
Giancarlo Devasini memiliki perjalanan karier yang tidak biasa. Mantan dokter bedah plastik ini beralih ke dunia teknologi sebelum akhirnya terjun ke industri kripto.
Devasini kini menjabat sebagai Chief Financial Officer Bitfinex dan Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia. Forbes memperkirakan ia menguasai sekitar 47 persen saham Tether, dengan kekayaan mencapai US$9,2 miliar.
Peran Tether yang krusial dalam likuiditas pasar kripto membuat Devasini menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di balik layar industri ini.
5. Chris Larsen
Chris Larsen merupakan salah satu pionir blockchain sebelum kripto menjadi tren global. Ia mendirikan Ripple, perusahaan di balik aset digital XRP, dan saat ini menjabat sebagai executive chairman.
Sebelum terjun ke kripto, Larsen sukses membangun perusahaan pembiayaan digital e-Loan yang kemudian diakuisisi Yahoo. Forbes memperkirakan kekayaannya mencapai US$4 miliar per Desember 2024.
Larsen memandang blockchain sebagai fondasi internet of value yang memungkinkan pertukaran nilai lintas negara menjadi lebih cepat dan efisien.
Kelima miliarder kripto ini menunjukkan bahwa kekayaan besar di industri aset digital tidak hanya datang dari spekulasi harga, tetapi juga dari pembangunan infrastruktur, inovasi teknologi, dan keberanian mengambil risiko sejak dini. Di tengah volatilitas pasar, kisah mereka mencerminkan bagaimana Bitcoin dan ekosistem kripto telah menciptakan kelas baru miliarder global.