Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal

Tanggal 1 April selalu identik dengan tradisi kejutan, lelucon, hingga tipuan yang dikenal dengan sebutan April Fools’ Day atau April Mop. Pada tahun 2026 ini, perayaan yang penuh tawa sekaligus kekesalan ini jatuh pada hari Rabu (1/4/2026).
Meski telah dirayakan selama berabad-abad oleh berbagai budaya, asal-usul pasti dari "hari libur tidak resmi" ini tetap menjadi misteri yang menyelimuti sejarah dunia.
Misteri Asal-usul: Perubahan Kalender di Perancis
Salah satu teori paling kuat di kalangan sejarawan menyebutkan bahwa April Mop bermula pada tahun 1582 di Perancis. Saat itu, Perancis beralih dari Kalender Julian ke Kalender Gregorian berdasarkan keputusan Dewan Trent tahun 1563.
Dalam Kalender Julian, tahun baru dimulai bertepatan dengan titik balik musim semi (spring equinox) sekitar tanggal 1 April. Namun, ketika tahun baru dipindahkan ke 1 Januari, tidak semua orang mendapatkan berita tersebut dengan cepat.
Orang-orang yang terlambat mengetahui perubahan tersebut atau menolak mengakuinya tetap merayakan tahun baru pada akhir Maret hingga 1 April. Alhasil, mereka menjadi sasaran ejekan dan disebut sebagai "April Fools" atau orang bodoh di bulan April.
"Para korban jahil ini sering ditempeli potongan kertas berbentuk ikan di punggung mereka dan dijuluki sebagai 'poisson d’avril' atau ikan April," tulis catatan sejarah tersebut. Istilah ini melambangkan ikan muda yang mudah ditangkap dan orang yang mudah tertipu.
Jejak Romawi Kuno dan Fenomena Alam
Selain Perancis, para sejarawan juga mengaitkan April Mop dengan festival Hilaria (bahasa Latin untuk kegembiraan) di Roma Kuno. Perayaan ini dilakukan oleh pengikut kultus Cybele pada akhir Maret.
Tradisi Hilaria melibatkan masyarakat yang mengenakan penyamaran atau kostum untuk mengejek sesama warga, bahkan pejabat pemerintah.
Selain itu, ada pula spekulasi bahwa April Mop berkaitan dengan titik balik musim semi di Belahan Bumi Utara, di mana kondisi cuaca yang sering berubah-ubah dianggap sebagai cara "Ibu Pertiwi" menipu manusia.
Tradisi di Inggris dan Skotlandia
April Mop atau dikenal juga dengan nama April Fool's Day menjadi momen untuk berbagi prank, lelucon dan tipuan
Memasuki abad ke-18, tradisi April Mop mulai menyebar luas di Inggris. Di Skotlandia, perayaan ini bahkan berlangsung selama dua hari.- Hari Pertama: Disebut sebagai "hunting the gowk". Orang-orang dikirim untuk menjalankan tugas palsu (kata gowk berarti burung cuckoo, simbol orang bodoh).
- Hari Kedua: Disebut "Tailie Day", yang berfokus pada lelucon di bagian belakang tubuh, seperti memasang ekor palsu atau tanda tulisan "tendang saya".
Deretan Prank Terkenal di Dunia
Seiring berjalannya waktu, media massa dan merek global turut memeriahkan April Mop dengan hoaks yang sangat meyakinkan. Berikut adalah beberapa momen April Mop paling ikonik dalam sejarah:
- Panen Spageti BBC (1957): BBC melaporkan bahwa petani Swiss mengalami rekor panen spageti yang tumbuh di pohon. Banyak penonton yang tertipu dan bertanya cara menanamnya.
- Sidd Finch di Sports Illustrated (1985): Penulis George Plimpton membuat profil palsu tentang pelempar bola (pitcher) bisbol yang bisa melempar secepat 168 mil per jam.
- Taco Liberty Bell (1996): Perusahaan fast food Taco Bell mengumumkan telah membeli lonceng sejarah Liberty Bell di Philadelphia dan mengubah namanya menjadi "Taco Liberty Bell".
- Whopper Kidal Burger King (1998): Burger King mengiklankan menu Whopper khusus orang kidal, yang memicu banyak pelanggan datang untuk memesan burger palsu tersebut.
- Inovasi Google: Raksasa teknologi Google dikenal rutin membuat prank tahunan, mulai dari fitur pencarian telepati hingga kemampuan bermain Pac-Man di dalam Google Maps.
Hingga saat ini, tradisi April Mop terus bertahan. Mulai dari lelucon sederhana seperti menukar garam dengan gula, hingga skema pemasaran rumit oleh perusahaan besar, semuanya bertujuan untuk satu hal: kejutan yang diakhiri dengan teriakan "April Fools!".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang