Ritel AS Ketar-ketir, Raksasa Minuman dan Es Krim Tiongkok Buka Toko di Hollywood

Gerai Mixue yang mulai menjamur di Indonesia
Gerai Mixue yang mulai menjamur di Indonesia

Raksasa ritel minuman dan es krim asal Tiongkok, Mixue, melakukan debut di pasar Amerika Serikat (AS). Toko pertama Mixue berlokasi di Hollywood Boulevard, Los Angeles yang menandai langkah besar Mixue menembus pasar ritel global dan berencana akan membuka toko lainnya beberapa tempat di New York.

Dengan pembukaan gerai ini, total gerai Mixue di seluruh dunia mencapai lebih dari dari 53.000. Jumlah ini melampaui merek-merek tersohor asal AS. 

Starbucks mengoperasikan sekitar 40.000 gerai di 88 negara, Subway 37.000 gerai. Kemudian KFC sekitar 30.000 gerai.

Mayoritas gerai Mixue memang berlokasi di Tiongkok. Namun, perusahaan telah mengembangkan jaringan internasional dengan sekitar 4.700 gerai di 13 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, hingga Amerika Serikat. 

Zhang Hongchao Pemilik Mixue

Setelah Los Angeles, Mixue juga mulai membuka sejumlah gerai di New York City. Penambahan gerai di negara Paman Sam ini mencakup pembukaan toko di kawasan strategis seperti Times Square dan Koreatown.

Daya tarik utama Mixue terletak pada strategi harga murah. Sebagian besar menu dibanderol di kisaran harga US$1,99 hingga US$4,99. 

Produk andalan dari Mixue antara lain es krim khas Mixue seharga US$1,19, es lemonade US$1,99, latte US$2,99, serta bubble tea mulai dari US$3,99. Strategi ini membuat Mixue mudah diterima di berbagai segmen pasar, termasuk di negara dengan biaya hidup tinggi terlebih maskot manusia salju dan lagu tema yang mudah diingat oleh konsumen.

“Biarkan orang-orang di seluruh dunia bisa makan dan minum dengan baik hanya dengan dua dolar Amerika,” ujar Pendiri Mixue, Zhang Hongchao, dikutip dari Eat This Not That pada Minggu, 28 Desember 2025. 

Manajemen Mixue menegaskan bahwa pembukaan gerai perdana di AS merupakan langkah awal. Nantinya, Mixue secara aktif mendorong strategi globalnya. Dengan potensi pasar AS yang sangat besar, gerai pertama ini menjadi titik awal.

"Ke depan, kami akan memperluas jaringan secara bertahap agar semakin banyak konsumen lokal dapat menikmati minuman berkualitas tinggi dengan harga terjangkau,” tulis perusahaan dalam pernyataan resminya.

Mixue mengantongi untung tinggi karena perusahaan memiliki rantai pasokan yang dikelola secara mandiri. Mulai dari pasokan bahan baku hingga distribusi melalui sistem digital terintegrasi.

“Rantai pasok kami dikelola melalui sistem digital yang mendukung kontrol kualitas menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, pergudangan, hingga distribusi,” jelas Manajemen Mixue.

Oleh sebab itu, Manajemen Perusahaan Mixue berencana terus memperkuat rantai pasok globalnya. Langkah ini dilakukan dengan memperluas sumber bahan baku, meningkatkan efisiensi logistik, serta berinvestasi pada kapasitas produksi dan riset pengembangan. 

Upaya-upaya ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Selain itu, mempertahankan kualitas produk yang konsisten sekaligus mempertahankan harga terjangkau di tengah ekspansi internasional yang agresif.