Toko Pastry Asal Jepang Chateraise Buka Pabrik Kedua di Bekasi
Perusahaan patisserie global asal Jepang, Chateraise, memulai pembangunan pabrik keduanya di Indonesia pada April 2026.
Pabrik makanan manis khas Jepang ini berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Pembangunannya dijadwalkan berlangsung selama satu tahun dan akan beroperasi mulai September 2027 mendatang.
"Jadi buka pabriknya di bulan Juli 2027, kemudian September mulai produksi," kata CEO Chateraise Holdings Co., Ltd, Japan, Takako Saito, usai acara groundbreaking di Bekasi, Senin (13/4/2026).
Sebelumnya, Chateraise telah mengoperasikan pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat pada 2022 silam.
Pembangunan pabrik kedua ini disiapkan khusus untuk produksi besar-besaran hingga 10 kali lipat dari pabrik sebelumnya, serta ekspor produk ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
"Jadi pabrik ini bukan hanya untuk domestik, tapi juga untuk ekspor. Pabrik ini adalah standar halal yang pertama," ungkap Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel, pihak yang menjalin kemitraan strategis dengan Châteraisé Co., Ltd Jepang sejak 2016, dalam kesempatan yang sama.
Perusahaan patisserie global asal Jepang, Chateraise, memulai pembangunan pabrik keduanya di Indonesia pada April 2026. Pabrik makanan manis khas Jepang ini berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Pembangunannya dijadwalkan berlangsung selama satu tahun dan akan beroperasi mulai September 2027 mendatang. Dipotret pada Senin (13/4/2026).
Takako menjelaskan, saat ini Chateraise memiliki 400 jenis makanan yang diproduksi dengan konsep "Farm to Factory" atau dari lahan pertanian menuju pabrik, dan didistribusi langsung ke ratusan tokonya di berbagai negara.
Chateraise sendiri telah memiliki lebih dari 1.000 toko di dunia dengan total 14 pabrik di Jepang, serta pabrik di luar Jepang mencakup Belanda, Vietnam, dan Indonesia.
Pembangunan pabrik di Bekasi menjadi pabrik Chateraise pertama yang dibangun dari nol, mulai dari perencanaan, desain, hingga instalasi peralatan.
Pabrik ini akan memanfaatkan bahan baku lokal sebagai bagian utama dalam proses produksi, sehingga menciptakan rantai nilai yang lebih kuat dari hulu hingga hilir.
Resep andalan dari Jepang
Perusahaan patisserie global asal Jepang, Chateraise, punya 60 toko di Indonesia. Salah satunya berlokasi di FX Sudirman, Jakarta Pusat. Dipotret pada Senin (13/4/2026).
Chateraise kini memiliki lebih dari 60 toko di Indonesia sejak pertama kali buka pada 2017, serta ditargetkan terus bertambah sebanyak 20 gerai setiap tahunnya.
Takako menjelaskan, toko kue yang dibangun oleh orang tuanya pada 1954 itu mengandalkan resep khusus pada ratusan produk miliknya.
Produk Chateraise meliputi kue kering, kue jepang, roti, es krim, dan beberapa jenis minuman, dibuat dengan bahan baku lokal berkualitas.
Seiring dengan pembukaan pabrik di luar Jepang, ia tidak menampik bila ada penyesuaian resep produk antara Chateraise Jepang dan Indonesia.
"Resep awalnya masih sama, namun demikian karena bahan baku yang disediakan di sini kan berbeda. Oleh karena itu ada penyesuaian bahan baku atau porsinya," jelas Takako.
"Tetapi sasaran kami adalah bagaimana kualitas jepang tetap terjaga di sini," sambungnya.
Adapun menu favorit Chateraise di Jepang dan Indonesia disebut tetap sama, yakni produk kue sus atau Custard Cream Puff.
Di Indonesia, satu Custard Cream Puff dijual Rp 15.000. Ada juga Japanese Custard Pudding, Eclair, Mochi Cream Chocolate, Fluffy Cream Roll, Mochi Cream Matcha, dan Coffee Jelly.
Gandeng petani lokal, buka lapangan pekerjaan
Perusahaan patisserie global asal Jepang, Chateraise, memulai pembangunan pabrik keduanya di Indonesia pada April 2026. Pabrik makanan manis khas Jepang ini berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Pembangunannya dijadwalkan berlangsung selama satu tahun dan akan beroperasi mulai September 2027 mendatang. Dipotret pada Senin (13/4/2026).
Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, telah melakukan pertemuan dengan Takako pada Februari 2025, membahas rencana ekspansi perusahaan di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan komitmen pembangunan pabrik kedua di Bekasi, sekaligus rencana optimalisasi penggunaan bahan baku lokal seperti kakao dan ubi sebagai bagian dari penguatan industri halal nasional dan peningkatan nilai tambah domestik.
Adapun nilai total investasi pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,4 triliun, yang mencerminkan komitmen jangka panjang dalam pengembangan industri di Indonesia.
Dengan sektor pertanian yang menyerap lebih dari 25 persen tenaga kerja Indonesia, pendekatan farm to factory membuka peluang peningkatan nilai ekonomi yang lebih luas melalui akses pasar yang lebih stabil serta keterhubungan langsung dengan rantai industri.
Hal ini memperkuat peran industri sebagai penggerak nilai tambah, bukan sekadar penyalur komoditas.
Pembangunan pabrik ini juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru, dengan proyeksi penyerapan sekitar 200 tenaga kerja, baik secara langsung di sektor manufaktur maupun secara tidak langsung di seluruh rantai pasok, termasuk di sektor pertanian, logistik, distribusi, hingga ritel.
Selain tenaga kerja, Chateraise juga berencana memfasilitasi pembinaan pada petani untuk produksi bahan baku di pabriknya.
Secara khusus para petani kakao di Gorontalo yang produknya akan digunakan dalam pembuatan produk Chateraise.
"Dan saat ini di Provinsi Gorontalo dan Kolaka di Pulau Sulawesi, kami bekerja sama dalam produksi kakao. Produk cokelat dan kue berbahan kakao telah mulai diproduksi dan dijual," pungkas Takako.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang