Sejarawan Menelusuri Pohon Natal Pertama di Dunia, Ada di Mana?

Natal, pohon Natal, pohon Natal pertama di dunia, Sejarawan Menelusuri Pohon Natal Pertama di Dunia, Ada di Mana?

 Pohon Natal yang kini menjadi simbol perayaan akhir tahun di berbagai belahan dunia ternyata memiliki sejarah panjang dan tidak muncul begitu saja.

Tradisi menghias pohon dengan berbagai ornamen ini berkembang secara bertahap, seiring perubahan makna dan kebiasaan masyarakat Eropa dalam merayakan Natal.

Sejarawan pun menelusuri jejak awal kemunculan pohon Natal modern melalui berbagai catatan sejarah yang masih terus diperdebatkan hingga kini.

Sejumlah sumber sejarah menunjukkan bahwa tradisi pohon Natal mulai dikenal luas pada abad ke-16, ketika umat Kristiani mulai membawa pohon hijau ke dalam rumah dan menghiasnya dengan tanaman serta lilin.

Pohon yang selalu hijau ini dipilih karena melambangkan kehidupan dan harapan, sementara cahaya lilin menjadi simbol terang di tengah kegelapan.

Dari praktik inilah, cikal bakal pohon Natal modern kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah Eropa.

Pohon Natal lahir di mana?

Dilansir dari History, Jerman sering dianggap sebagai tempat lahirnya tradisi pohon Natal modern.

Pada abad ke-16, umat Kristiani di Jerman mulai membawa pohon hias ke rumah mereka.

Pohon-pohon ini sering terbuat dari kayu cemara yang selalu hijau dan melambangkan kehidupan kekal serta dihiasi dengan tanaman hijau dan lilin.

Pada abad ke-17, pohon Natal mulai dihiasi dengan daun emas, dekorasi kertas, dan lilin. Pohon Natal juga mulai digunakan dalam festival dan acara di istana kerajaan.

Kebiasaan ini kemudian menjadi populer di kalangan bangsawan dan menyebar ke seluruh Eropa pada awal abad ke-19.

Dilansir dari (22/12/2023), ketika orang Jerman bermigrasi ke seluruh dunia, tradisi pohon Natal juga ikut menyebar ke seluruh penjuru Bumi.

Namun, lokasi pohon Natal pertama di dunia masih terus diperdebatkan hingga kini.

Dalam bukunya Inventing the Christmas Tree, Bernd Brunner menemukan beberapa referensi dari Jerman, Inggris, dan Kawasan Baltik.

Yang paling awal ia temui adalah kota Freiburg di barat daya Jerman.

Di tahun 1419, terdapat catatan mengenai sebuah pohon yang dihias dengan apel, wafer, roti jahe, dan perada di rumah sakit setempat.

Namun peneliti lain, Klaus Graf memiliki pendapat berbeda. Ia menunjukkan bahwa bukti keberadaan pohon Natal di Freiburg hanya dapat ditelusuri secara akurat hingga tahun 1625 dan bukan lebih awal.

Meskipun bukti tertulis paling awal tentang pohon Natal berasal dari abad ke-16, peneliti yakin bahwa tradisi ini sudah ada sejak lama.

Brunner menemukan bahwa pemerintah setempat telah mengeluarkan undang-undang untuk melindungi pohon dari penebangan untuk perayaan musiman.

Di wilayah Upper Alsace, Perancis, undang-undang tahun 1561 bahkan membatasi warga untuk mengambil satu pohon pinus sepanjang delapan kaki dari hutan.

Sedangkan di kota Strasbourg, Perancis, warga memiliki kebiasaan memotong dahan pohon pinus dan membawanya pulang pada tahun baru. Namun, kebiasaan ini dilarang oleh pemerintah kota pada tahun 1494.

Mulai populer di Inggris dan AS

Natal, pohon Natal, pohon Natal pertama di dunia, Sejarawan Menelusuri Pohon Natal Pertama di Dunia, Ada di Mana?

Ilustrasi pohon natal.

Dikutip dari Britannica, disebutkan bahwa Ratu Victoria dan Pangeran Albert dari Inggris memainkan peran penting dalam mempopulerkan pohon Natal pada abad ke-19.

Pada tahun 1846, sebuah sketsa keluarga kerajaan yang sedang berdiri di sekitar pohon Natal diterbitkan oleh Illustrated London News.

Sketsa tersebut langsung menjadi sensasi dan menginspirasi orang-orang di seluruh Inggris untuk mendekorasi pohon Natal di rumah mereka.

Sebelumnya, pohon Natal tidak terlalu populer di Inggris. Berkat Ratu Victoria dan Pangeran Albert, pohon Natal pun akhirnya menjadi simbol Natal yang umum di negara tersebut.

Sedangkan pohon Natal diperkenalkan di Amerika Serikat oleh pemukim Jerman di Pennsylvania pada abad ke-19.

Namun, hingga tahun 1840-an, pohon Natal tidak diterima oleh kebanyakan orang Amerika karena dianggap sebagai simbol pagan.

Selepas pohon Natal populer di Inggris, baru orang Amerika mulai mengadopsi pohon Natal sebagai bagian penting dalam perayaan Natal.

Berbagai ornamen Natal berdatangan dari Jerman dan popularitas pohon Natal meningkat di sekitar Amerika Serikat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang