Hanya Ada Satu Wilayah di Dunia yang Bebas Nyamuk

Antartika, Islandia, Hanya Ada Satu Wilayah di Dunia yang Bebas Nyamuk

Setelah Islandia ditemukan nyamuk, Antartika kini menjadi satu-satunya wilayah di dunia yang benar-benar bebas dari nyamuk. 

Antartika kini resmi menjadi satu-satunya wilayah di Bumi yang bebas dari nyamuk, setelah temuan terbaru menunjukkan bahwa Islandia tidak lagi bebas dari serangga tersebut.

Dilansir dari Travel and Leisure, sebelumnya Islandia dikenal sebagai negara tanpa nyamuk karena iklimnya yang dingin dan tidak mendukung kehidupan serangga tersebut. 

Namun, pada akhir Oktober 2025, Institut Sejarah Alam Islandia mengonfirmasi keberadaan nyamuk spesies Culiseta annulata di wilayah tersebut.

Islandia tak lagi bebas nyamuk

Spesies Culiseta annulata merupakan nyamuk yang umum ditemukan di Eropa dan negara-negara Nordik, serta diketahui mampu bertahan di iklim dingin.

Nyamuk ini diyakini dapat hidup selama musim dingin dengan berlindung di ruang buatan manusia seperti gudang atau ruang bawah tanah.

Meski dapat menggigit manusia, spesies ini tidak dikenal sebagai penyebar utama penyakit tropis seperti malaria, demam kuning, atau demam berdarah.

Namun, penelitian pada 2017 menunjukkan bahwa spesies ini dapat membawa berbagai infeksi yang berpotensi pada kesehatan.

Nyamuk tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang penggemar serangga, Björn Hjaltason, di sebuah pertanian di utara Reykjavík.

Ia menemukan serangga tersebut pada malam hari di perangkap lalat dan kemudian menangkap dua spesimen lainnya.

Setelah diperiksa, ketiganya dipastikan sebagai dua nyamuk betina dan satu jantan dari spesies Culiseta annulata.

Pihak Institut Sejarah Alam Islandia menduga nyamuk tersebut masuk melalui aktivitas pengiriman barang.

Antartika satu-satunya yang tersisa

Dengan adanya temuan ini, Antartika kini menjadi satu-satunya wilayah daratan di dunia yang benar-benar bebas dari nyamuk.

Kondisi lingkungan ekstrem di Antartika membuat nyamuk tidak mampu bertahan hidup.

Suhu yang sangat rendah menghambat aktivitas, reproduksi, hingga kemampuan makan serangga tersebut.

Selain itu, laporan Travel and Leisure juga menyebut bahwa perubahan iklim dan meningkatnya mobilitas global turut berperan dalam penyebaran spesies baru ke wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau. 

Sebagai informasi, nyamuk merupakan salah satu hewan paling berbahaya di dunia karena menjadi faktor penyebab berbagai penyakit yang menyebabkan lebih dari 700.000 kematian setiap tahun.

Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah yang sebelumnya dianggap bebas dari nyamuk pun kini mulai terdampak perubahan lingkungan global, menyisakan Antartika sebagai wilayah yang bebas nyamuk. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang