Tanpa Disadari, Kebiasaan Pakai Earphone Terlalu Lama Bisa Merusak Pendengaran
Apakah kamu punya kebiasaan memakai earphone sambil mendengarkan musik berjam-jam? Bagi banyak orang, aktivitas sehari-hari memang terasa lebih nyaman dengan alunan musik sebagai teman. Tak heran jika sebagian besar orang akhirnya terbiasa, bahkan nyaris seharian mendengarkan musik lewat earphone.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Penggunaan earphone dalam waktu lama, apalagi dengan volume tinggi, bisa berdampak serius pada kesehatan pendengaran. Kepala Departemen sekaligus konsultan utama THT di Aster Whitefield Hospital, Dr. Jyotirmay S. Hegde mengingatkan agar masyarakat lebih bijak menggunakan earphone, terutama dalam hal durasi dan tingkat volume.
Hegde mengakui bahwa earphone memang dapat membantu meningkatkan fokus. Meski begitu, berbagai penelitian medis dan audiologi menunjukkan bahwa penggunaan earphone dengan volume tinggi atau dalam waktu lama memiliki risiko tertentu bagi pendengaran.
Dampak negatif penggunaan earphone terlalu lama
Melansir laman Hindustan Times, Senin 22 Desember 2025, Hegde menjelaskan, penggunaan earphone dalam jangka panjang dan dengan volume keras dapat menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari kelelahan telinga sementara hingga gangguan pendengaran jangka panjang yang lebih serius. Berikut ini rangkuman lima dampak penggunaan earphone terlalu lama bagi telinga.
1. Gangguan pendengaran akibat bising (Noise-Induced Hearing Loss/NIHL)
Salah satu dampak yang paling umum adalah gangguan pendengaran akibat bising. Mendengarkan suara dengan volume tinggi, terutama di atas 85 desibel dalam waktu lama, dapat meningkatkan risiko kerusakan pendengaran. Kondisi ini merupakan cedera saraf permanen pada telinga bagian dalam.
2. Tinnitus
Efek samping lain yang sering dilaporkan adalah tinnitus. Kondisi ini digambarkan sebagai bunyi berdenging, berdengung, atau suara samar yang terus-menerus terdengar di telinga. Tinnitus kerap dikaitkan dengan kebiasaan menggunakan earphone atau headphone dalam waktu lama dengan volume tinggi.
3. Kelelahan pendengaran
Dr. Hegde juga menyoroti kondisi kelelahan pada telinga akibat penggunaan headphone berlebihan. Sensasinya berupa kesulitan menangkap suara, sulit berkonsentrasi, atau susah membedakan percakapan setelah telinga terpapar suara dalam waktu lama. Meski bukan gangguan medis yang bisa didiagnosis secara khusus, efek ini nyata dan sering terjadi akibat paparan suara terus-menerus.
4. Berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar
Teknologi peredam bising pada headphone dapat mengubah cara otak memproses suara, sehingga membuat seseorang kurang peka terhadap kondisi di sekitarnya. Menurut Dr. Hegde, penggunaan noise cancelling secara berlebihan atau kebiasaan memakai headphone terus-menerus bisa memengaruhi cara otak mengenali suara sehari-hari, meski hasil tes pendengaran tampak normal.
5. Beban kognitif dalam jangka panjang
Dr. Hegde juga mengingatkan agar penggunaan earphone tidak melebihi dua jam per hari. Pemakaian yang terlalu lama dapat berdampak pada kemampuan kognitif, seperti fokus dan daya ingat, akibat stimulasi suara yang terus-menerus dan berlebihan.
Tips memilih perangkat yang lebih aman
Pemilihan jenis headphone yang tepat juga berpengaruh besar terhadap kesehatan pendengaran. Menurut Dr. Hegde, headphone model over-the-ear dinilai lebih aman dibandingkan earbud yang posisinya sangat dekat dengan saluran telinga.