Jarang Disadari, 5 Kebiasaan Kerja Ini Bikin Sulit Naik Jabatan dan Gaji di 2026

ilustrasi multitasking/bekerja
ilustrasi multitasking/bekerja

 Memasuki tahun baru, mayoritas pekerja mulai kembali ke kantor usai menghabiskan libur panjang. Nah, awal tahun biasanya diwarnai dengan optimisme dan semangat baru untuk mencapai tujuan.

Jika Anda menginginkan peningkatan karier, hal yang Anda butuhkan adalah mengurangi kebiasaan kerja yang kurang efektif dan justru membuat Anda 'jalan di tempat'.

Melansir dari The Journal, Rabu, 7 Januari 2026, berikut lima kebiasaan kerja yang sebaiknya ditinggalkan di 2026, agar bisa bekerja dengan lebih fokus dan efektif. 

Ilustrasi kerja.

1. Menolak Evaluasi dan Berkembang

Tahun 2026 adalah saat Anda kembali memegang kendali. Tujuan dan fleksibilitas penting, tetapi persepsi orang lain terhadap Anda juga sama pentingnya. Baik Anda merasa adil atau tidak, brand Anda secara profesional terbentuk secara real time. Setiap email, setiap rapat yang diikuti, setiap percakapan, membentuk kesan orang lain terhadap Anda. 

Untuk mengetahuinya, coba latihan sederhana dengan memilih satu orang berpengaruh di tempat kerja. Tuliskan tiga kata yang menurut Anda akan mereka gunakan untuk menggambarkan Anda, lalu tiga kata yang Anda harap mereka gunakan. Rencana pengembangan Anda untuk tahun ini adalah jarak antara kedua daftar itu.

2. Mengabaikan AI

Anda tidak perlu menjadi ahli machine learning untuk tetap relevan, tetapi penting menerima bahwa AI kini menjadi lapisan dalam semua pekerjaan, bukan sekadar kategori spesialis. AI mengubah peran di bidang keuangan, SDM, operasional, pemasaran, riset, layanan pelanggan, semua bidang. 

Skillnet melaporkan bahwa hampir 80 persen bisnis di Irlandia saat ini membutuhkan peningkatan keterampilan digital untuk mengikuti perubahan dunia kerja. Orang yang akan berkembang di 2026 bukanlah mereka yang mencoba menjadi pakar AI dalam semalam, melainkan mereka yang belajar menggunakan alat AI dengan percaya diri, cerdas, dan etis. Literasi AI akan menjadi sama fundamentalnya seperti literasi email dahulu. Resistensi justru menjadi risiko besar.

3. Tidak Peduli dengan Soft Skill

Untuk meningkatkan pengaruh, tajamkan komunikasi Anda. Komunikasi yang tidak jelas membatasi karier Anda. Pesan yang bertele-tele, laporan yang melantur, presentasi yang membutuhkan empat menit untuk sampai ke inti, semuanya diam-diam mengikis otoritas Anda. Pemimpin selalu menilai kemampuan komunikasi lebih tinggi daripada keahlian teknis. Keahlian teknis bisa diajarkan, tetapi kemampuan memahami audiens, menyusun pemikiran, dan menyampaikannya dengan jelas selalu menjadi pemenang. 

4. Tidak mendengarkan

Sedikit perilaku yang meningkatkan kehadiran Anda di perusahaan adalah mendengarkan dengan baik. Sebagian besar orang tidak benar-benar mendengarkan. Mereka menunggu giliran, menyela, mengangguk sambil memikirkan rapat berikutnya, atau langsung memberi solusi sebelum memahami masalah. Pendengar yang baik, menonjol karena orang mempercayai mereka, dan orang mempercayai mereka yang membuat mereka merasa didengar.

5. Menghindari Feedback

Feedback adalah salah satu langkah awal Anda untuk berkembang. Baik itu datang dari atasan ataupun rekan kerja, tidak ada salahnya untuk mendengarkan dan menerimanya. Sebab, jika Anda takut menerima feedback, justru itu akan membuat karier Anda stagnan. 

Feedback yang baik juga telah terbukti meningkatkan kinerja dan prospek pekerja. Dengan catatan, feedback harus selalu faktual, tegas, adil, dan ditindaklanjuti.