Top 10+ Cara Raup Cuan di Tengah Lonjakan Belanja Online
Aktivitas belanja online masyarakat Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan seiring perubahan perilaku konsumen. Sepanjang tahun 2025, SIRCLO mencatat volume transaksi di platform digital meningkat lebih dari dua kali lipat sejalan proyeksi Google yang memperkirakan ekonomi digital di Tanah Air mencapai ratusan miliar dolar AS.
Bersama Temasek, dan Bain & Company, Google menyusun laporan e-Conomy SEA 2025 yang memproyeksi ekonomi digital Indonesia mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar US$180 miliar hingga US$340 miliar atau sekitar 3.086-5.829 triliun (estimasi kurs Rp 17.150 per dolar AS) pada tahun 2030. Ketiganya sepakat bahwa sektor e-commerce sebagai kontributor utama.
Sejalan dengan itu, data internal SIRCLO mencatat lonjakan tajam dalam aktivitas belanja digital sepanjang tahun lalu. Kondisi ini menegaskan bahwa kanal online tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnis ritel modern.
Di tengah peluang tersebut, perkembangan industri turut dipengaruhi faktor eksternal seperti perubahan dinamika ekonomi global dan domestik, hingga pola perilaku konsumen yang terus bergerak di ranah digital. Dengan potensi pasar yang masih besar, Brian optimistis ekosistem digital commerce Indonesia akan terus berkembang. Perusahaan pun menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis bagi brand dalam menghadapi perubahan sekaligus memanfaatkan peluang di masa depan.
“Kami meyakini bahwa ekosistem digital commerce di Indonesia masih menyimpan peluang yang luas ke depan,” tutup Brian.
Lantas apa yang harus dilakukan pelaku usaha daring agar mampu meraup cuan maksimal dari kesempatan emas ini?
1. Peka Membaca Pergerakan Pasar
Di tengah lonjakan transaksi belanja online yang tumbuh lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025, pelaku usaha digital dituntut tidak hanya ikut tren. Pebisnis di platform daring harus mampu membaca arah pasar secara presisi.
Founder dan Chief Executive Officer SIRCLO, Brian Marshal, menegaskan kemampuan memahami pergerakan pasar berperan penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis di era digitalisasi. Brian mendorong pelaku industri untuk lebih adaptif atas berbagai perubahan pasar maupun perilaku konsumen.
“Kemampuan membaca pergerakan pasar dan menetapkan fokus yang tepat menjadi kunci pertumbuhan yang berkelanjutan. Memasuki fase strategis di tahun 2026, ” ujar Brian dalam acara Media Gathering SIRCLO pada Selasa, 14 April 2026 di Jakarta.
2. Tentukan Fokus Bisnis yang Tepat
Di tengah kompleksitas pasar, brand maupun pelaku usaha perlu menentukan arah yang jelas. Mulai dari target konsumen hingga model penjualan yang digunakan.
Merespons situasi ini, Brian menyampaikan pihaknya kini memusatkan kapabilitas pada solusi yang lebih terarah, termasuk “ekspansi demografi konsumen hingga model interaksi berjualan online yang terus berevolusi.”
3. Pentingnya Kelola Bisnis Digital secara End-to-End
Kehadiran di marketplace saja tidak cukup. Pelaku usaha harus mengelola seluruh rantai bisnis digital, dari pemasaran hingga distribusi. SIRCLO mendorong pendekatan end-to-end melalui pengelolaan akun, strategi marketing, analitik, hingga layanan pelanggan yang terintegrasi.
4. Optimalkan Operasional dan Distribusi
Efisiensi logistik menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing. Model distribusi berbasis jaringan lokal terbukti mampu menekan biaya dan mempercepat pengiriman. Pendekatan seperti ini membantu brand menjangkau pasar lebih luas dengan biaya lebih efisien.
5. Perkuat Strategi Marketing dan Engagement
Persaingan e-commerce menuntut brand untuk lebih kreatif dalam menarik perhatian konsumen. Strategi pemasaran berbasis data dan interaksi menjadi faktor pembeda.
6. Gunakan Data sebagai Dasar Pengambilan Keputusan
Bisnis digital tidak bisa lagi mengandalkan intuisi semata. Data menjadi kompas utama untuk membaca performa dan menentukan langkah berikutnya.
7. Tingkatkan Pengalaman Konsumen
Kualitas pengalaman pelanggan menjadi penentu loyalitas. Hal ini mencakup seluruh proses, dari pemesanan hingga produk diterima.
Head of E-Commerce Pesona Natasha Gemilang, Yudithia Anggraini, mengatakan, “Kapabilitas yang dihadirkan SIRCLO membantu kami dalam mengelola bisnis digital secara lebih optimal, mulai dari operasional kanal penjualan hingga pengalaman konsumen di ranah digital."
8. Berani Kolavorasi dan Ekspansi ke Pasar Baru
Peluang besar tidak hanya ada di kota besar, ekspansi ke luar Jabodetabek terbukti mampu mendorong pertumbuhan signifikan. Di sisi lain, pelaku usaha tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi kompleksitas industri sehingga kolaborasi dengan enabler digital menjadi akselerator pertumbuhan.
Head of E-Commerce Kalbe Nutritionals, Jenny Novina Tobing, mengungkapkan, “Kolaborasi ini membantu kami menerjemahkan kebutuhan konsumen di luar Jabodetabek hingga mengalami peningkatan jumlah pesanan hingga 30 persen."
10. Terus Beradaptasi dengan Model Penjualan Baru
Dunia e-commerce terus berevolusi, mulai dari social commerce hingga live shopping. Pelaku usaha harus terus berinovasi agar tetap relevan.
Dengan peluang ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai ratusan miliar dolar AS, langkah-langkah strategis ini menjadi kunci agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga memenangkan persaingan di era digital.