Program Lisdes Berhasil Terangi Dusun Kiku Wanggara di Sumba Timur
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, listrik bukan sekadar infrastruktur, melainkan fondasi utama bagi peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
"Saya di sini memastikan bahwa kita akan beri listrik ke semua desa di seluruh Indonesia dalam waktu yang secepat-cepatnya, itu adalah tekad saya sebagai Presiden Republik Indonesia," kata Prabowo seperti keterangan tertulis Kementerian ESDM, Sabtu, 20 Desember 2025.
"Target saya dalam 4 tahun semua desa Indonesia harus mendapat listrik,” ujarnya.
Viral video momen petugas PLN dirikan Tower Emergency Listrik di Bireuen
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum menikmati listrik.
Melalui percepatan Program Listrik Perdesaan atau Lisdes, Pemerintah berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan akses listrik nasional.
“Saat ini Kementerian ESDM memiliki Program Listrik Desa sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo agar seluruh desa di Indonesia dapat menikmati akses listrik pada tahun 2029 hingga 2030,” ujar Bahlil.
Bukti dari komitmen Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil itu misalnya dapat dilihat di Dusun Kiku Wanggarara, Kabupaten Sumba, Nusa Tenggara Timur. Biasanya, negitu matahari terbenam, gelap segera menyelimuti rumah-rumah warga.
Selama puluhan tahun, malam di kampung itu hanya diterangi nyala lampu minyak, cukup memberi cahaya, namun belum benar-benar menghadirkan terang kehidupan.
Kepala Dusun Kiku Wanggara, Yustinus Dapa Umbu (36), mengaku tidak menyangka jika dusunnya saat ini sudah berlistrik melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes), yang digagas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dia pun mengucap syukur dengan adanya perhatian dari Pemerintah.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah, dengan masuknya listrik di dusun kami, anak-anak bisa belajar saat malam hari, perekonomian kami bisa menjadi lebih baik lagi,” kata Yustinus.
Lebih lanjut Yustinus menyampaikan, bahwa sebelumnya warga terbiasa hidup dengan terang yang seadanya.
“Kalau minyak habis, ya gelap. Kalau hujan, anak-anak tidak bisa belajar. Semua serba terbatas.” ujar Yustinus.
Harapan itu akhirnya menjadi nyata melalui Program Lisdes tahun anggaran 2025 yang digulirkan Pemerintah. Jaringan listrik kini masuk hingga ke Dusun Kiku Wanggarara, menghadirkan terang yang selama ini dinantikan.
Kisah Dusun Kiku Wanggarara menjadi potret nyata bagaimana Program Lisdes 2025 membawa perubahan mendasar bagi masyarakat di wilayah terpencil. Dari lampu minyak yang temaram, kini hadir cahaya yang menyalakan harapan, bahwa terang akan terus tinggal dan masa depan yang lebih baik akan segera dimulai.
Diketahui, melalui percepatan Program Lisdes, Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan aktivitas ekonomi desa, serta pemerataan akses energi yang berkeadilan di seluruh Indonesia.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa Program Lisdes tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan pungutan atau penyimpangan melalui Contact Center ESDM 136 atau email [email protected].