Tersangka Penembakan Massal di Universitas Brown Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri
Tersangka penembakan massal di Universitas Brown yang terjadi akhir pekan lalu dilaporkan tewas. Hal itu disampaikan seorang jaksa Amerika Serikat, di tengah penyelidikan aparat penegak hukum terkait kemungkinan keterkaitan pelaku dengan pembunuhan seorang profesor Institut Teknologi Massachusetts (MIT) yang terjadi dua hari setelah insiden di Brown.
Dua pejabat federal lainnya turut mengonfirmasi bahwa tersangka penembakan di Universitas Brown telah meninggal. Pihak berwenang meyakini jasadnya ditemukan di sebuah unit penyimpanan di Salem, New Hampshire, sekitar 30 kilometer di utara pusat kota Boston.
Lokasi tersebut menjadi sasaran operasi besar aparat penegak hukum pada malam 18 Desember, sebagai bagian dari penyelidikan kasus penembakan di Universitas Brown.
Seorang pejabat Departemen Kehakiman AS, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang mengungkapkan detail penyelidikan, mengatakan tersangka diduga meninggal akibat bunuh diri. Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap identitas tersangka maupun alasan kuat yang mengaitkan dua kasus penembakan tersebut.
Namun sumber tersebut menyebutkan bahwa jaksa federal di Massachusetts, lokasi MIT berada, telah menyiapkan dakwaan terhadap seorang individu yang sebelumnya tengah diburu dalam rangkaian penyelidikan ini.
Jaksa Rhode Island, Peter Neronha berbicaraa saat jumpa pers pelaku penembakan
2 Tewas 8 Luka-luka
Dalam penembakan di Universitas Brown, dua mahasiswa tewas dan sedikitnya delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, pada 15 Desember, seorang profesor MIT bernama Nuno Loureiro (47) ditemukan tewas ditembak di rumahnya di kawasan Brookline, pinggiran kota Boston. Lokasi tersebut berjarak sekitar 80 kilometer dari kampus Universitas Brown.
Meski demikian, seorang pejabat FBI sebelumnya menyatakan bahwa pihak berwenang tidak meyakini adanya keterkaitan antara penembakan di Universitas Brown pada 13 Desember dan pembunuhan profesor MIT tersebut.
Profesor Loureiro diketahui merupakan dosen di Departemen Ilmu dan Teknik Nuklir serta Fisika, dan juga terlibat dalam Pusat Ilmu Plasma dan Fusi MIT.
Penyelidik di Providence mengungkapkan bahwa pelaku penembakan di Universitas Brown melarikan diri dengan berjalan kaki ke lingkungan sekitar kampus. Hal ini menyulitkan pencarian karena minimnya kamera pengawas di gedung perkuliahan dan area sekitarnya, sehingga penyelidikan sangat bergantung pada rekaman kamera keamanan perumahan.
Polisi sebelumnya merilis gambar dan rekaman video seorang pria bertopeng yang diyakini sebagai pelaku, berdasarkan keterangan para korban selamat. Rekaman tersebut menunjukkan pria tersebut berjalan di lingkungan sekitar sebelum dan sesaat setelah penembakan, termasuk ketika kendaraan polisi tiba di lokasi dengan lampu darurat menyala.
“Dia bisa berada di mana saja,” kata Kepala Polisi Providence, Oscar Perez, pada 17 Desember lalu, seraya menyebut bahwa pada tahap awal penyelidikan, pihaknya belum mengetahui identitas maupun motif pelaku.
Selain itu, polisi juga menyebarkan foto seorang pria lain yang tidak dikenal yang terlihat berada di sekitar lokasi kejadian. Aparat ingin berbicara dengan pria tersebut sebagai saksi potensial yang diduga memiliki informasi penting.
Pihak berwenang sempat mengumumkan penahanan seorang individu sehari setelah penembakan. Namun orang tersebut kemudian dibebaskan setelah dipastikan tidak terlibat dalam insiden tersebut. (Reuters)