Siap-siap Harga Mobil Listrik China Tahun Depan Naik

Pabrik pembuatan baterai mobil listrik milik CATL
Pabrik pembuatan baterai mobil listrik milik CATL

 Harga mobil listrik asal China berpotensi tidak lagi semurah beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya tekanan biaya di sektor hulu industri baterai. Kenaikan harga bahan baku utama baterai lithium menjadi sinyal awal bahwa tren penurunan harga kendaraan listrik mulai menghadapi tantangan serius.

Sejumlah pemasok material baterai di China telah mengumumkan penyesuaian harga akibat lonjakan biaya produksi dan permintaan global yang terus meningkat. Kondisi ini dipicu oleh percepatan transisi energi dunia yang mendorong kebutuhan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi secara bersamaan.

Hunan Yuneng New Energy, salah satu pemasok material katoda lithium iron phosphate untuk produsen besar seperti CATL dan BYD, disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Rabu 17 Desember 2025, mengonfirmasi kenaikan biaya pemrosesan mulai awal 2026. Penyesuaian ini membuka peluang renegosiasi harga jika pasar dan bahan baku kembali bergejolak.

Produsen lain, Dejia Energy, juga mengambil langkah serupa dengan menaikkan harga jual produk baterai hingga dua digit pada akhir 2025. Kenaikan tersebut dilakukan sebagai respons langsung terhadap melonjaknya harga bahan baku yang sulit dikendalikan dalam waktu singkat.

Lonjakan harga paling mencolok terjadi pada lithium hexafluorophosphate yang digunakan sebagai elektrolit baterai. Dalam waktu dua bulan, harga material ini melonjak lebih dari dua kali lipat, mencerminkan tekanan pasokan yang semakin ketat.

Kondisi serupa juga terjadi pada lithium cobalt oxide yang banyak digunakan sebagai material katoda. Sejak awal tahun hingga November, harga bahan ini tercatat meningkat lebih dari 150 persen, menambah beban biaya produksi baterai.

Lithium carbonate sebagai bahan baku utama baterai juga mengalami kenaikan signifikan. Setiap kenaikan harga material ini berdampak langsung pada biaya produksi katoda lithium iron phosphate yang banyak digunakan mobil listrik mass market.

Saat ini, baterai lithium iron phosphate mendominasi lebih dari 80 persen pasar baterai kendaraan listrik di China. Dominasi ini membuat fluktuasi harga materialnya memiliki dampak luas terhadap struktur biaya industri otomotif listrik.

Ketatnya pasokan baterai mendorong sejumlah produsen mobil mengamankan suplai dari pabrikan baterai besar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan produksi sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan distribusi kendaraan.

Halaman Selanjutnya
Bagi konsumen, tekanan biaya di sektor baterai berpotensi diteruskan ke harga jual mobil listrik pada 2026. Meski kenaikannya belum bisa dipastikan besarannya, era mobil listrik China yang terus turun harga tampaknya mulai memasuki fase penyesuaian baru.
Halaman Selanjutnya