Mengharukan, Kisah Sabar Tak Punya Raket Kini Pegang 2 Medali Emas SEA Games 2025
Air mata haru Thomas Garlan mewarnai kemenangan pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, saat memastikan medali emas nomor individual SEA Games 2025 di tangan.
Kemenangan ini sekaligus melengkapi emas beregu yang sebelumnya diraih, menandai SEA Games 2025 sebagai momen bersejarah dalam perjalanan karier keduanya.
Di partai final, Sabar/Reza menunjukkan performa gemilang saat menghadapi pasangan tangguh Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Kedua gim berhasil mereka akhiri dengan skor 21-14 dan 21-17, membuktikan ketenangan dan mental juara mereka di panggung SEA Games.
Di balik sorak sorai kemenangan, tersimpan kisah haru yang tak banyak diketahui orang. Masa kecil Sabar nyaris menjadi hambatan sebelum ia menjejakkan kaki di pentas internasional.
Ayahnya, Thomas Garlan, menceritakan bagaimana anaknya sempat tak punya raket, bahkan harus berjuang menabung dari uang saku seadanya.
“Terus terang berat, Pak. Dulu saya pikir bulu tangkis itu murah, ternyata mahal. Raket mahal, biaya turnamen besar. Usia 11 tahun, kami kehabisan dana. Saya hampir menghentikan dia, tapi lihat wajahnya sedih, saya tidak tega. Bulutangkis sudah jadi jiwanya,” ungkap Thomas kepada VIVA.CO.ID.
Perjuangan itu berlanjut sehari-hari. “Dia tidak jajan di sekolah, pulang-pergi jalan kaki supaya hemat. Dari uang saku Rp7.000, ia sisihkan Rp5.000 untuk tabungan pertandingan. Kadang saya harus pinjam uang sana-sini, jual apa saja supaya dia tetap bisa ikut turnamen. Pokoknya, jangan sampai dia berhenti,” kenang Thomas.
Yang paling menggetarkan, Sabar pernah bertanding hanya dengan satu raket. “Raket yang dibeli patah, tidak ada cadangan. Untung ada orang baik, Pak Hardian (Pak Ayin), yang selalu meminjamkan dua raket setiap bertanding. Dia main pakai satu raket, memukul pelan supaya tidak putus, tapi tetap bisa tembus semifinal Jakarta Open. Bayangkan, dari keterbatasan itu, dia tetap bertahan dan berprestasi.”
Meski masuk skuad SEA Games secara mendadak, Sabar/Reza menunjukkan mental baja. “Senang dan bersyukur luar biasa. Bisa masuk tim last minute, tapi bisa memberikan yang terbaik. Semoga ini jadi motivasi kami meraih prestasi lain,” kata Sabar, matanya berkaca-kaca.