Inovasi Tukar Jerami dengan Air ala Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal Cikampek menjalankan program pemberdayaan petani berbasis lingkungan di Desa Pasirtanjung, Karawang. Inisiatif ini dirancang untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yakni limbah jerami pascapanen dan keterbatasan akses air bersih bagi masyarakat.
Program yang diberi nama Prakarsa Bagja Juara tersebut melibatkan sekitar 150 petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani setempat. Melalui pendekatan kolektif, jerami yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dikelola menjadi sumber daya produktif.
Sebelum program berjalan, jerami pascapanen umumnya dibakar karena tidak memiliki nilai ekonomi bagi petani. Praktik tersebut memicu pencemaran udara, peningkatan emisi karbon, hingga risiko gangguan kesehatan serta penurunan kualitas tanah.
Di sisi lain, warga Desa Pasirtanjung juga menghadapi keterbatasan akses air bersih karena biaya sambungan air yang relatif tinggi. Kondisi ini membuat kebutuhan dasar masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi secara merata.
Melalui skema tukar jerami dengan air, jerami yang dikumpulkan petani kemudian diolah menjadi berbagai media pendukung pertanian. Jerami dimanfaatkan sebagai media tanam jamur, pupuk, dan sarana pertanian lain yang memiliki nilai ekonomi dan lingkungan.
Program ini tercatat mampu mengurangi limbah jerami hingga ratusan ton per tahun serta berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca. Selain itu, masyarakat memperoleh akses air bersih melalui saluran pipa PAMSIMAS, air reverse osmosis, dan fasilitas pendukung lainnya.
Keberhasilan program juga ditopang oleh peran aktif pemerintah daerah melalui pendampingan kelompok tani dan dukungan kebijakan. Sinergi lintas organisasi perangkat daerah dilakukan untuk memastikan program berjalan berkelanjutan dan sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Fuel Terminal Manager Cikampek, Muhammad Andika Gunawan, menyebut program ini sebagai upaya mengubah masalah lingkungan menjadi peluang bagi petani. “Jerami yang dulu dibakar kini menjadi simbol transformasi dan sumber manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan. “Kami berharap model pemberdayaan ini tidak hanya berhenti di Karawang, tetapi dapat direplikasi di daerah lain,” katanya, dikutip dari keterangan resmi, Minggu 14 Desember 2025.
Atas inovasi dan dampak yang dihasilkan, Program Prakarsa Bagja Juara akhirnya mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kolaborasi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan warga.