Ngeri Banget, Ini XI Pemain Paling Kasar Sepanjang Sejarah
Sergio Ramos dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Kariernya dipenuhi trofi, gol penting, hingga momen heroik.
Namun di balik reputasi megah itu, ada sisi lain yang tak bisa dilepaskan darinya: catatan kartu merah yang menumpuk.
Ramos tercatat sebagai pemain dengan kartu merah terbanyak kedua dalam sejarah sepakbola modern, total 29 kali. Namun yang mengejutkan, ia tak pernah diusir saat membela Timnas Spanyol dalam 180 penampilannya.
Data dari Transfermarkt dan kanal Football Info merangkum para pemain dengan kartu merah terbanyak sepanjang sejarah.
Dari daftar itu, tersusun satu “XI Paling Keras” yang totalnya mengumpulkan 249 kartu merah. Dan ada satu sosok yang jauh melampaui semuanya — bahkan 17 kartu merah lebih banyak daripada Ramos.
XI Pemain Paling Kasar Sepanjang Sejarah
Kiper – Jens Lehmann (7 kartu merah)
Legenda Arsenal ini memegang rekor kartu merah terbanyak untuk seorang kiper. Momen paling ikonis? Final Liga Champions 2006, ketika ia diusir pada menit ke-18 akibat melanggar Samuel Eto’o. Arsenal kalah 1-2 dan Lehmann mengakui penyesalan itu masih membekas sampai hari ini.
Bek Kanan – Sergio Ramos (29 kartu merah)
Ramos kembali menerima kartu merah ke-29 saat berseragam Sevilla pada 2023. Sejak era Real Madrid hingga PSG, Ramos selalu berada di garis tipis antara genius dan chaos. Meski begitu, ironisnya ia tak pernah sekalipun diusir saat membela Spanyol — sebuah paradoks dalam karier penuh drama.
Bek Tengah – Pablo Alfaro (27 kartu merah)
Partner Ramos saat muda di Sevilla ini adalah sosok yang ia “warisi” seni bertahan kerasnya. Dalam kariernya, Alfaro menjadi salah satu pemain dengan kartu merah terbanyak di LaLiga. Yang menarik, ia memiliki gelar pendidikan di bidang kedokteran — sebuah kontras yang mencolok dengan gaya bermainnya.
Bek Tengah – Alexis Ruano Delgado (22 kartu merah)
Dikenal sebagai Alexis, ia berkarier panjang di LaLiga, namun namanya lebih sering muncul karena insiden. Salah satu kartu merah paling kontroversial terjadi saat ia menghajar Mario Mandzukic dengan pukulan, berujung larangan bermain empat laga.
Bek Kiri – Paolo Montero (21 kartu merah)
Montero adalah personifikasi “garang ala Uruguay”. Rekor 15 kartu merah di Serie A membuatnya menjadi pemain paling sering diusir dalam sejarah liga tersebut. Ryan Giggs bahkan menyebut Montero sebagai salah satu bek paling keras yang pernah ia hadapi.
Gelandang Tengah – Gerardo Bedoya (46 kartu merah)
Inilah kapten daftar ini — dan tak ada yang mendekatinya. Dengan 46 kartu merah, Bedoya memegang rekor dunia. Julukannya “The Beast” datang bukan tanpa alasan: sikut, tekel brutal, hingga tendangan ke kepala lawan pernah ia lakukan.
Saat menjadi asisten pelatih, ia bahkan diusir pada menit ke-21 pertandingan pertamanya. Kebiasaan yang tak hilang.
Gelandang Tengah – Cyril Rool (27 kartu merah)
Rool adalah legenda kartu merah Ligue 1. Dengan 187 kartu kuning dan 19 kartu merah hanya di liga domestik, ia jadi pemegang rekor di Prancis. Meski punya kualitas, catatan disiplinnya selalu menempel sebagai identitas.
Gelandang Tengah – Edgar Davids (25 kartu merah)
“The Pitbull” bukan sekadar julukan. Meski dikenal sebagai gelandang kelas dunia, Davids punya sisi keras yang kerap membuatnya diusir. Bahkan laga terakhirnya sebagai pemain pun berakhir dengan kartu merah.
Winger Kanan – Ricardo Quaresma (14 kartu merah)
Dikenal sebagai penggiring bola flamboyan, Quaresma justru punya koleksi kartu merah luar biasa untuk seorang winger. Masa di Besiktas adalah yang paling panas: sembilan kali ia diusir.
Winger Kiri – Zlatan Ibrahimovic (15 kartu merah)
Meski terlihat tenang, Ibra bisa meledak kapan saja. Banyak kartunya bukan berasal dari tekel, melainkan aksi temperamental. Empat kartu merah ia dapatkan hanya dari “tingkah” di lapangan. Momen balas dendamnya terhadap Materazzi bahkan hanya diganjar kartu kuning.
Striker – Francesco Totti (16 kartu merah)
Ikon AS Roma ini bermain dengan emosi. Ia pernah menendang Mario Balotelli dari belakang dalam aksi kontroversial yang membuatnya diskors panjang. Totti mengakui itu aksi balas dendam, dan bahkan sempat terpikir untuk pensiun setelahnya.