Demi Masa Depan Anak-Cucu, Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan hingga Merawat Alam
Menjelang berakhirnya tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menekankan pentingnya menjaga keharmonisan sosial dan kelestarian lingkungan sebagai fondasi masa depan generasi mendatang. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, mengajak seluruh masyarakat Banua untuk menengok kembali perjalanan sepanjang tahun dan memastikan nilai-nilai kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wagub Hasnuryadi menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata yang menjadi landasan stabilitas sosial. Ia menekankan bahwa suasana rukun memungkinkan masyarakat bekerja dengan tenang, berusaha dengan nyaman, serta membangun keluarga dalam lingkungan yang aman dan sejuk.
“Apa yang sudah baik dalam kebersamaan kita, harus kita teruskan. Kalau Banua kita rukun, maka masyarakat bisa hidup lebih tenang, usaha bisa berkembang, dan anak-anak kita tumbuh dengan rasa aman,” kata Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, dalam keterangannya.
Acara ini turut dihadiri Kepala PKUB Setjen Kemenag RI, Ketua FKUB Kalsel, perwakilan FKUB kabupaten/kota, serta sejumlah instansi dan organisasi yang bergerak di bidang pembinaan kerukunan umat beragama. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat komitmen bersama untuk menjaga harmoni di daerah.
Wagub kembali menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya bukanlah pembatas, melainkan modal besar untuk memperkuat persatuan. Ia mengingatkan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan di dinding sekolah. Itu pedoman agar dalam perbedaan, kita tetap satu: menjaga Banua, menjaga Indonesia,” ucap Wagub.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa-peristiwa kelam di masa lalu sebagai pelajaran penting agar tidak terulang kembali. Menurutnya, retaknya kerukunan justru paling berdampak pada masyarakat kecil yang membutuhkan rasa aman untuk mencari penghidupan.
“Kita tidak ingin kejadian-kejadian kelam terulang. Semua agama mengajarkan cinta kasih. Dengan saling menghormati, kita sebenarnya sedang melindungi diri kita sendiri, melindungi keluarga kita,” ujarnya.
Selain pesan terkait kerukunan, Wagub Hasnuryadi menyampaikan belasungkawa atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Saudara-saudara kita kehilangan rumah dan keluarga. Kita doakan mereka mendapat tempat terbaik dan diberi kekuatan untuk membangun kembali hidupnya,” ungkapnya.
Melalui refleksi akhir tahun ini, Pemprov Kalsel menegaskan bahwa menjaga kerukunan sosial dan merawat kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama demi memastikan anak-cucu kelak mewarisi Banua yang damai, sejuk, dan berkelanjutan.