Bencana Sumatera: 961 Korban Tewas, Bantuan Rp 60 Juta per Rumah Disiapkan

pemulihan Sumatera, pemulihan bencana, korban meninggal, korban bencana, Pemulihan Bencana, bencana di sumatera, anggaran pemulihan bencana, Bencana Sumatera: 961 Korban Tewas, Bantuan Rp 60 Juta per Rumah Disiapkan

Pemerintah menyiapkan skema anggaran pemulihan bencana untuk warga terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera, dengan estimasi bantuan per rumah yang sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto.

Persetujuan itu diberikan dalam rapat koordinasi di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, saat Prabowo menerima laporan penanganan pengungsi dan rencana pembangunan hunian di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melaporkan jumlah rumah rusak masih didata bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan belum bersifat final.

"Per hari ini, Bapak Presiden, rumah masyarakat yang rusak itu sampai 37.546 rumah," kata Suharyanto, Minggu (7/12/2025), seperti dikutip .

Data BNPB menyebut kerusakan mencakup kategori ringan, sedang, hingga berat, termasuk rumah yang hilang tersapu banjir.

BNPB menyiapkan dua skema hunian bagi pengungsi, yakni hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sebagai bagian pemulihan Sumatera.

Huntara diusulkan dibangun Satgas Penanggulangan Bencana TNI/Polri, sedangkan huntap ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Kemudian yang tidak pindah, karena mungkin banjirnya, dampaknya tidak terlalu besar bagi keluarga itu, sehingga tidak harus pindah, tetapi rumahnya rusak, kami perbaiki oleh satgas BNPB,” kata Suharyanto.

Estimasi anggaran pemulihan bencana per rumah warga terdampak

BNPB mengajukan angka Rp 60 juta per rumah sebagai dasar estimasi anggaran pemulihan bencana bagi hunian tetap.

Persetujuan Prabowo atas nilai tersebut menjadi acuan bantuan per rumah bagi keluarga terdampak bencana Sumatera yang rumahnya rusak atau hancur.

Dalam rapat itu, Presiden memastikan kembali apakah estimasi anggaran per rumah tersebut memadai untuk kebutuhan pembangunan hunian tetap.

“Ini hunian tetap anggaran Rp 60 juta cukup?” tanya Presiden ke Suharyanto.

Kepala BNPB menjawab bahwa angka tersebut selama ini dinilai mencukupi, meski opsi penambahan tetap terbuka.

“Selama ini cukup, tetapi kalau memang Bapak Presiden ingin menambahkan kami lebih senang,” kata Kepala BNPB.

Suharyanto menegaskan anggaran Rp 60 juta per rumah berlaku bagi korban yang tidak direlokasi, sehingga penerima masih dapat menambah biaya secara mandiri, jika ingin memperkuat bangunan.

“Rp 60 juta karena tidak relokasi, Bapak. Nanti penerima bisa nambah dengan uangnya sendiri. Mungkin punya keluarga di kampung, punya anak yang punya gaji mau nambah, bisa,” ungkap Suharyanto.

“Tetapi, (kami) tidak (memberikannya) dalam bentuk uang, karena khawatir kalau bentuk uang jadi yang lain,” imbuhnya.

Kemudian, Prabowo memberi persetujuan atas skema tersebut sambil mengingatkan perhitungan tetap mempertimbangkan faktor kenaikan harga dan inflasi.

“Oke, mungkin tentunya kita hitung kenaikan harga ya, inflasi, dan sebagainya,” ujar Prabowo memberikan instruksi kepada Suharyanto soal pembangunan hunian tetap untuk para pengungsi.

Selain huntap, estimasi anggaran pemulihan bencana untuk huntara ditetapkan Rp 30 juta per rumah dengan ukuran 36 meter persegi dan fasilitas dasar, seperti kamar, sarana MCK, dan ruangan pendukung lain.

Jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumatera sudah 900-an

pemulihan Sumatera, pemulihan bencana, korban meninggal, korban bencana, Pemulihan Bencana, bencana di sumatera, anggaran pemulihan bencana, Bencana Sumatera: 961 Korban Tewas, Bantuan Rp 60 Juta per Rumah Disiapkan

Kondisi Puskesmas Koto Alam di Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada Kamis (27/12/2025) dipenuhi para korban banjir bandang. Tak hanya pasien yang sakit, mayat-mayat korban banjir bandang pun dikumpulkan di puskesmas. Penemuan 40 jenazah pada Senin (8/12/2025) menaikkan jumlah korban meninggal dari 921 jiwa menjadi 961 jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Di luar pemulihan fisik, BNPB juga terus memperbarui data jumlah korban bencana di Sumatera, termasuk korban meninggal, berdasarkan temuan tim gabungan di lapangan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan penemuan jenazah tambahan pada Senin (8/12/2025), membuat total korban meninggal meningkat.

"Pada hari ini, per pukul 16.00 WIB sekali lagi Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, empati dan simpati yang sangat mendalam bagi saudara-saudara kita, keluarga korban. Tim gabungan menemukan 40 jenazah," ucap Abdul dalam konferensi pers virtual, Senin (8/12/2025), seperti dikutip .

Penemuan 40 jenazah tersebut menaikkan jumlah korban meninggal dari 921 jiwa menjadi 961 jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Abdul merinci kenaikan korban meninggal di Aceh sebanyak 23 jiwa, sehingga total menjadi 389 jiwa.

"Untuk Sumatera Utara, dari 329 jasad yang sudah ditemukan per kemarin, hari ini bertambah 9, menjadi 338 jiwa meninggal dunia," tutur Abdul.

Di Sumatera Barat, korban meninggal bertambah delapan jiwa, sehingga total menjadi 234 jiwa.

BNPB mencatat masih ada 293 korban hilang yang terus dicari oleh tim gabungan secara intensif.

"Tentu saja, tim gabungan di lapangan akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin, seoptimal mungkin, seefektif mungkin, agar jumlah korban yang saat ini masih hilang bisa kita minimalkan, bisa kita reduksi sedikit mungkin,"ujarnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang