Hashim Tegaskan Tak Akan Terlibat Bisnis dari Program 3 Juta Rumah

Hashim Djojohadikusumo
Hashim Djojohadikusumo

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo menyatakan tidak akan terlibat dalam program tiga juta rumah yang diinisiasi pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Hashim dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian Dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, Hashim mengingat-ingat pabrik semen miliknya yang telah dijual sekitar tahun 2000-2001. Dia membayangkan potensi keuntungan yang akan diperoleh dalam program yang bergulir saat ini jika dirinya masih memiliki pabrik semen. 

Namun, dia menyatakan tidak akan terlibat dalam bisnis apapun terkait program 3 juta rumah ini. 

"Dengan program ini kalau saya punya pabrik semen, aduh... luar biasa. Tapi udah, sudah. Dan kita sudah sepakat, ya, dan saya sudah sepakat ya bahwa kalau saya pribadi dan keluarga saya tidak akan ikut andil ya, ini semua kontraktor-kontraktor, kita tidak ada kaitan," kata Hashim dalam sambutannya.

Hashim tak memungkiri, ada banyak pihak berupaya mengambil keuntungan dalam program Presiden Prabowo. Selain pabrik, penyedia lahan pun berusaha turut serta dalam program demi keuntungan sebesar-besarnya. 

Meski begitu, Prabowo, kata Hashim menegaskan lahan-lahan BUMN tidak boleh dijual sesuai harga pasar, sebab tahan itu sejatinya merupakan lahan milik masyarakat. 

"Karena terus terang saja ada pihak-pihak yang mau ambil keuntungan, Pak. Dengan (ingin menjual sesuai) nilai pasar dan sebagainya. So, saya kira itu sudah petunjuk, saya kira Pak Bobi (Dirut KAI) sudah tahu itu dan saya yakin dengan ini semuanya," ujarnya. 

Lebih lanjut Hashim menyatakan, pembangunan 3 juta rumah merupakan bentuk menciptakan sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi menekankan, kepemilikan rumah di Indonesia tidak hanya dikhususkan bagi kelas menengah ke atas saja. 

"Maka Satgas Perumahan dibentuk 2 tahun lalu agar supaya mempercepat proses ini untuk memenuhi sila kelima kita. Agar supaya Pancasila bukan hanya slogan-slogan kosong saja. Bahwa kita segera kita wujudkan," jelas Hashim. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hashim berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat nyata dari kehadiran sila ke-5 Pancasila. 

"Jangan hanya omon-omon saja. Ya, omon-omon, omon-omon NATO, no action talk only. Kita sila kelima kita baca berkali-kali, tapi kita tidak wujudkan," pungkas dia.