BMKG: Ini Daftar Wilayah yang Siaga Hujan Lebat di Awal Januari 2026

BMKG, BMKG: Ini Daftar Wilayah yang Siaga Hujan Lebat di Awal Januari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi cuaca periode 2-8 Januari 2026.

Menurut BMKG, awal Januari ini beberapa wilayah di Indonesia masih didominasi hujan sedang hingga lebat, karena masih dipengaruhi periode musim penghujan.

Berdasarkan pemantauan BMKG selama periode 29–31 Desember 2025, teridentifikasi kejadian hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Pada 1 Januari 2025 pukul 13.00 WIB, Siklon Tropis IGGY di Samudra Hindia selatan Jawa terpantau mengalami penguatan, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knots dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia.

Meski demikian, sistem ini masih berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah Indonesia.

Di luar pengaruh sistem tersebut, dinamika atmosfer dalam sepekan terakhir juga masih dipengaruhi oleh kondisi La Niña lemah, seruakan dingin (cold surge), serta perambatan gelombang ekuator.

Perpaduan faktor-faktor ini turut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Dinamika atmosfer sepekan ke depan

Dalam sepekan ke depan, BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Dilansir dari laman resminya, BMKG menyebut Siklon Tropis IGGY terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa dengan prediksi bergerak menjauhi wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Sistem ini diperkirakan dapat mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan terutama di Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.

Adapun tinggi gelombang kategori tinggi (2.5 – 4.0 m) diprediksikan di Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, dan Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT.

Selain itu, teramati pula sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara yang diprediksikan memicu terbentuknya daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi).

Pola tersebut memanjang dari Sulawesi Tengah menuju Kalimantan Utara, serta dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara.

Indikasi konvergensi/konfluensi lainnya juga diprediksikan di Perairan Barat Aceh, serta dari Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga Selat Sunda bagian selatan.

Kondisi-kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan, khususnya di sekitar wilayah yang dipengaruhi bibit siklon dan sirkulasi siklonik.

Dari sisi laut, suhu muka laut yang relatif hangat turut memperkaya suplai uap air, terutama di Pesisir Barat Aceh, Selat Malaka, perairan selatan Kepulauan Natuna, Perairan Timur Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, perairan utara Jawa bagian barat, Teluk Cenderawasih, serta Samudra Pasifik utara Papua.

Sementara itu, beberapa gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator masih terpantau aktif dalam sepekan ke depan melalui wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Maluku, Maluku Utara, dan Papua bagian Barat.

Fenomena-fenomena ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak.

Pada skala yang lebih luas, dinamika atmosfer global dan regional juga berperan.

ENSO terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, kondisi yang cenderung mendukung peningkatan konveksi di wilayah Indonesia.

Dari aspek regional, seruakan udara dingin (cold surge) dari Asia diperkirakan menguat dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah berpotensi hujan lebat 2-8 Januari 2025

Periode  2-4 Januari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DI Yogyakarta, bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

Angin kencang: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, 

Periode  5–8 Januari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Siaga (Hujan lebat–sangat lebat) : Kep. Bangka Belitung, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

Angin kencang: Aceh, Kep. Riau, Maluku.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang