Fenomena Langka di Langit Malam 7 Oktober 2025, Ada Supermoon dan Harvest Moon

BMKG, Harvest Moon, Supermoon, Bulan purnama, Fenomena langit, Fenomena Langka di Langit Malam 7 Oktober 2025, Ada Supermoon dan Harvest Moon

Langit malam ini, Selasa (7/10/2025), akan menampilkan pemandangan langka dan menakjubkan.

Malam ini, bulan memasuki fase purnama yang bertepatan dengan dua fenomena langit sekaligus, yaitu Supermoon dan Harvest Moon.

Fenomena ganda ini menjadi momen istimewa karena bisa disaksikan langsung tanpa bantuan teleskop, selama kondisi cuaca di wilayah pengamatan cukup cerah.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Setyoajie Prayoedhie, menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk melihat Supermoon di Indonesia adalah ketika Bulan baru terbit.

“Waktu terbaik menyaksikan Supermoon di Indonesia pada saat bulan terbit (biasanya setelah matahari terbenam) sehingga warna bulannya terlihat bagus dan jelas,” ujar Ajie dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/10/2025).

Namun, Ajie mengingatkan bahwa kejelasan penampakan Bulan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan dinamika atmosfer di masing-masing daerah pengamat.

Apa Itu Supermoon dan Harvest Moon?

Ajie menjelaskan bahwa purnama kali ini disebut Supermoon karena posisi Bulan sedang berada di perigee, yakni jarak terdekatnya dengan Bumi.

Kondisi ini membuat ukuran Bulan tampak lebih besar dan cahayanya lebih terang daripada purnama biasa.

“Pada Purnama tanggal 7 Oktober 2025 posisi Bulan letaknya ada di perigee (jarak terdekat dengan Bumi), sehingga terlihat bulan lebih besar, oleh karena itu disebut dengan Supermoon,” ujarnya.

Fenomena Supermoon kali ini juga menjadi yang pertama di tahun 2025.

Sementara itu, istilah Harvest Moon digunakan karena purnama tersebut terjadi bertepatan dengan musim gugur di belahan Bumi utara.

Dalam tradisi masyarakat di wilayah tersebut, purnama pada musim gugur dikenal sebagai Harvest Moon.

“Adapun dengan Harvest moon karena pada saat purnama di belahan bumi utara bertepatan dengan musim gugur, oleh karena itu disebut juga dengan Harvest moon,” kata Ajie.

Mengapa Supermoon dan Harvest Moon 2025 Dianggap Langka?

Purnama kali ini tergolong langka karena dua fenomena langit tersebut jarang sekali terjadi bersamaan.

Mengutip laman Space.com, antara tahun 1970 hingga 2050, hanya tercatat 18 kali Harvest Moon yang jatuh pada bulan Oktober.

Fenomena serupa terakhir kali terjadi pada tahun 2020 dan baru akan terulang lagi pada 2028 mendatang.

Biasanya, Harvest Moon muncul di bulan September, berdekatan dengan equinox musim gugur di belahan Bumi utara.

Namun, pada tahun ini terjadi pergeseran waktu karena perubahan posisi orbit Bulan.

Pada 2025, purnama bulan September muncul 15 hari sebelum equinox, sementara purnama Oktober terjadi 14 hari setelahnya.

Pergeseran tersebut menjadikan Harvest Moon Oktober 2025 sebagai yang paling terlambat dalam 38 tahun terakhir.

Dengan posisi Bulan yang lebih dekat dari biasanya, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan Supermoon dan Harvest Moon malam ini dengan mata telanjang.

BMKG Imbau Masyarakat Manfaatkan Momen Langka

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan langka ini.

Waktu terbaik untuk menikmati fenomena tersebut adalah saat Bulan baru muncul di cakrawala timur, tak lama setelah matahari terbenam.

Selama kondisi langit cerah, kombinasi Supermoon dan Harvest Moon 2025 akan tampak sangat terang dan indah, menjadikannya salah satu peristiwa astronomi paling menakjubkan tahun ini.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.