Catat Tanggalnya, Ini Daftar Fenomena Langit 2026: Ada Supermoon dan Blood Moon

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode yang istimewa bagi para pecinta astronomi dan pengamat langit.
Sepanjang tahun tersebut, sejumlah fenomena langit mulai dari supermoon, hujan meteor, hingga gerhana Matahari total akan menghiasi cakrawala Bumi.
Beberapa peristiwa bahkan masuk dalam kategori langka dan menjadi momen penting dalam kalender astronomi dunia.
Dilansir dari National Geographic, Rabu (10/12/2025), rangkaian fenomena ini menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengamati dinamika benda langit, baik secara langsung maupun menggunakan alat bantu.
Berikut adalah rangkuman fenomena langit utama yang akan terjadi sepanjang tahun 2026:
Awal Tahun: Supermoon Wolf Moon dan Oposisi Jupiter
Januari 2026 akan dibuka dengan fenomena Supermoon pada Sabtu (3/1/2026). Pada saat itu, Bulan purnama berada pada titik terdekatnya dengan Bumi (perigee), sehingga ukurannya tampak lebih besar dan cahayanya lebih terang dari biasanya.
Purnama Januari ini dikenal dengan sebutan Wolf Moon. Nama tradisional ini merujuk pada kebiasaan masyarakat kuno yang mengaitkan munculnya purnama ini dengan aktivitas serigala di musim dingin.
Tak lama berselang, pada 10 Januari 2026, planet Jupiter akan berada pada posisi oposisi.
"Artinya, Bumi berada tepat di antara Jupiter dan Matahari," tulis laporan tersebut. Kondisi ini membuat Jupiter tampak sangat terang dan dapat diamati sepanjang malam, menjadikannya waktu terbaik untuk melihat planet terbesar di tata surya ini beserta empat satelit Galilean-nya.
Februari: Fenomena Langka "Parade Enam Planet"
Pada pekan terakhir Februari 2026, langit senja akan menyuguhkan pemandangan planetary alignment atau penjajaran planet. Sebanyak enam planet, yakni Venus, Merkurius, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus, akan tampak berbaris di satu sisi langit.
Venus, Merkurius, dan Saturnus diprediksi dapat dilihat dengan mata telanjang di ufuk barat sesaat setelah Matahari terbenam. Sementara itu, untuk mengamati Uranus dan Neptunus, pengamat memerlukan bantuan teleskop.
Maret: Gerhana Bulan Total "Blood Moon" dan Ekuinoks
Ilustrasi Gerhana Bulan Total. Simak link live streaming BMKG dan Observatorium Bosscha untuk melihat fenomena langit istimewa berupa Gerhana Bulan Total di langit Indonesia pada Minggu (7/9/2025) hingga Senin (8/9/2025).
Salah satu peristiwa yang paling dinanti adalah Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada dini hari, 3 Maret 2026. Dalam peristiwa ini, bayangan inti Bumi (umbra) akan menutupi seluruh permukaan Bulan.Interaksi cahaya Matahari yang menembus atmosfer Bumi akan membuat Bulan berwarna kemerahan, atau yang sering disebut sebagai Blood Moon.
Fenomena ini dapat disaksikan di sebagian wilayah Amerika, Asia, Oseania, dan Samudra Pasifik.
Memasuki tanggal 20 Maret 2026, Bumi akan mengalami Ekuinoks Maret, di mana durasi siang dan malam hampir sama di seluruh dunia.
Pada periode ini, peluang munculnya Aurora di wilayah lintang tinggi seperti Alaska akan meningkat tajam akibat posisi Bumi terhadap Matahari dan tingginya siklus aktivitas surya.
Juni: Konjungsi Venus dan Jupiter
Pada tanggal 8 hingga 9 Juni 2026, dua planet paling terang, Venus dan Jupiter, akan tampak sangat berdekatan di langit barat. Fenomena Konjungsi Venus dan Jupiter ini hanya menyisakan jarak sekitar satu derajat.
Secara visual, jarak ini setara dengan lebar jari kelingking jika tangan direntangkan ke arah langit.
Agustus: Puncak Fenomena Gerhana Matahari Total
Agustus akan menjadi bulan paling sibuk dalam kalender astronomi 2026. Pada 12 Agustus 2026, Gerhana Matahari Total akan melintasi wilayah Eropa, termasuk Spanyol dan Islandia. Ini merupakan gerhana Matahari total pertama yang melintasi daratan utama Eropa sejak tahun 1999.
Di saat yang hampir bersamaan, yakni pada 12-13 Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid akan mencapai puncaknya. Kondisi pengamatan tahun ini disebut sangat ideal karena bertepatan dengan fase Bulan baru.
"Kondisi pengamatan sangat ideal karena langit relatif gelap, sehingga pengamat dapat melihat puluhan meteor per jam dalam kondisi optimal," demikian keterangan dalam laporan tersebut.
Akhir Tahun: Penutup yang Megah
Menjelang akhir tahun, fenomena supermoon akan kembali hadir pada 25 November dan 23 Desember 2026. Supermoon Desember diprediksi menjadi yang paling dekat dengan Bumi di sepanjang tahun 2026.
Sebagai penutup, pada akhir Desember, parade planet yang melibatkan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus akan kembali menghiasi langit malam, mengakhiri rangkaian perjalanan astronomi sepanjang tahun 2026 dengan indah.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang