Setiap Hujan Takut Banjir? Ternyata Mood Kamu Bisa Lebih Tenang Kalau Sungainya Direvitalisasi!

Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir

Banjir sering dianggap sebagai 'nasib kota besar', padahal banyak penelitian menunjukkan bahwa kondisi sungai memegang peran penting. Ketika sungai seperti Ciliwung kehilangan kualitasnya, seperti tersedimentasi, dipenuhi sampah, atau menyempit karena bangunan liar hingga air hujan kehilangan ruang untuk mengalir.

Efeknya? Limpasan air meningkat cepat dan langsung tumpah ke jalanan maupun permukiman. Inilah akar dari banjir musiman yang bikin resah warga kota. Salah satu hal yang bisa menjadi cara mengatasi banjir adalah revitalisasi sungai. 

Revitalisasi sungai bekerja dengan cara mengembalikan fungsi alaminya, memberi ruang air saat debit naik, memperbaiki bantaran, memulihkan vegetasi, serta menambah area resapan. Ahli restorasi sungai dari University of Maryland, Profesor Margaret A. Palmer menegaskan bahwa sungai yang dipulihkan mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan dengan memulihkan jalur aliran alami dan meningkatkan kapasitas penahanan air. Prinsip ini terbukti di berbagai kota dunia yang berhasil menekan banjir melalui restorasi ekosistem air.

Hal yang juga sering terlupa, keberhasilan mengurangi banjir nggak cuma menyelamatkan infrastruktur tapi juga mood harian kita. Banjir itu pemicu stres yang nyata mulai dari khawatir telat kerja, takut kendaraan rusak, cemas rumah terendam, sampai rasa tidak aman setiap kali hujan turun. Saat banjir makin jarang, tekanan mental itu ikut hilang. Maka dari itu revitalisasi sungai memiliki peranan penting dalam mengatasi permasalahan yang selalu menghantui ibukota setiap kali musim penghujan datang.

Berkaitan dengan revitalisasi, Sabtu 29 November 2025, Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) kembali menggelar Ciliwung Day 2025 dengan tema 'Revitalisasi Ciliwung: Sungai Bersih, Kota Berkelanjutan' Kembali digelar. Didukung oleh Indofood,  Gerakan Ciliwung Bersih telah menjalankan berbagai program revitalisasi sungai dan pengelolaan sampah berbasis komunitas, diantaranya Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan Sekolah Sungai, yang selama ini menjadi pilar edukasi dan pemberdayaan masyarakat. 

Dalam periode 2020 - 2025, sebanyak lebih dari 26.902 kg sampah Ciliwung telah berhasil diolah melalui proses pengumpulan, pencacahan, hingga pendaur-ulangan menjadi pelet untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber bahan bakar rumah tangga.

Sinergi Menuju Kota yang Berkelanjutan

Sungai Ciliwung memiliki peran vital sebagai ekosistem alami, jalur resapan air, ruang bermain dan belajar masyarakat, serta penyangga mitigasi banjir. Hilangnya kualitas sungai akan berdampak langsung pada meningkatnya risiko banjir dan menurunnya keberagaman hayati. Di sisi lain, revitalisasi sungai yang berkelanjutan akan membantu memulihkan fungsi ekologis sekaligus mendukung pembangunan kota yang bersih, aman, dan tangguh.

Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung perbaikan kualitas lingkungan, termasuk mendorong revitalisasi sungai secara berkelanjutan.

"Kami bangga dapat melanjutkan kolaborasi dengan GCB melalui inovasi pengelolaan sampah dan berbagai program edukasi masyakarat untuk mendukung terciptanya ekosistem sungai Ciliwung yang bersih dan sehat," kata dia.

Salah satu kontribusi perusahaan dalam mendukung upaya edukasi masyarakat adalah dengan membangun awareness seputar pengelolaan sampah untuk ekonomi sirkular. Saat ini seluruh area terbuka di kantor sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih telah menggunakan paving block ramah lingkungan, hasil kolaborasi Indofood bersama Rebricks. Seluruh paving block terpasang ini merupakan hasil pengolahan dari setidaknya 1,3 ton sampah kemasan yang telah diolah menjadi paving block berdaya tahan tinggi.

Kegiatan mewarnai

Kegiatan mewarnai

Sementara itu, ketua GCB, Ir. Peni Santoso Dipl. Est, menegaskan bahwa Hari Ciliwung adalah pengingat pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memulihkan ekosistem sungai. 

"Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memperkuat kolaborasi agar Ciliwung semakin bersih, sehat, indah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin Ciliwung menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan kolaborasi lintas generasi," ujarnya.

Sebagai bagian dari perayaan Ciliwung Day 2025, Gerakan Ciliwung Bersih mengadakan serangkaian kegiatan, mulai dari Aksi Bersih Sungai, Susur Sungai dari Dermaga Kantor GCB menuju UPK Badan Air sejauh ±2 km menggunakan perahu karet, Aksi Tanam Pohon, sesi talkshow seputar gerakan revitalisasi sungai berkelanjutan, Pameran foto “Lensa Ciliwung”, yang menampilkan wajah Sungai Ciliwung dari sudut pandang para komunitas penggerak dan pencita Sungai Ciliwung, Workshop Daur Ulang Kreatif, hingga Lomba Menggambar & Mewarnai Anak Usia Dini bertema “Sungai Ciliwung Sahabat Alamku” untuk mengenalkan ekosistem sungai dan nilai kepedulian sejak dini.