Disorot Menhan, Kemenhub Beberkan Klasifikasi Detil Bandara IMIP di Morowali
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), membenarkan bahwa Bandara IMIP berada di dalam Kawasan IMIP.
Melalui laman resminya, Ditjen Hubud Kemenhub mencatat bahwa pengelolaan Bandara IMIP itu berada di pihak swasta, dan memiliki klasifikasi 4B. Sementara dari sisi operasional, Bandara IMIP berada di bawah Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar.
Dari lama tersebut, dijelaskan bahwa kelas Bandara IMIP dikategorikan sebagai non-kelas, dengan status operasi khusus untuk penggunaan domestik. Dengan kode WAMP dari International Civil Aviation Organization (ICAO), Bandara IMIP juga ditandai kode MWS dari International Air Transport Association (IATA).
Pesawat udara lepas landas di kawasan Bandara (Ilustrasi)
Ditjen Hubud Kemenhub melaporkan bahwa lalu lintas udara di Bandara IMIP tersebut secara operasional juga terbilang cukup aktif, dimana tercatat ada 534 penerbangan yang dilayani di bandara tersebut dengan total penumpang mencapai 51.800 orang.
Bandara yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Fatufia, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah itu, diketahui memiliki landasan pacu sepanjang 1.890 meter dengan lebar mencapai 30 meter.
Kemudian, daya dukung landasan atau PCN berada di level 68/F/C/X/T, dimana apron bandara juga dibangun sama dengan ukuran 96 × 83 meter dengan daya dukung yang sepadan (PCN 68/F/C/X/T). Sedangkan untuk keamanan pendaratan, Bandara IMIP memiliki runway strip seluas 2.010 × 300 meter.
Diketahui, sebelumnya Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, sempat mengungkapkan bahwa ada bandara di Indonesia yang nyatanya tidak memiliki perangkat negara sama sekali, dan dinilai sebagai anomali dan mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia.
Sejumlah dugaan dan spekulasi yang marak beredar di media sosial menyebut, bandara yang dimaksud Menhan Sjafrie itu adalah bandara yang berada di Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Hal itu diutarakan Menhan usai menyaksikan Latihan Pertahanan Terintegrasi 2025 yang digelar oleh TNI dan perangkat lainnya di Morowali, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 20 November 2025.
"Ini anomali, bandara tapi tak memiliki perangkat negara dalam bandara, ada celah yang membuat rawan kedaulatan ekonomi," ujarnya.