Tak Mau Bayar Tiket, Banyak Kendaraan Ngebut Terobos Masuk Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis, parkir, Tak Mau Bayar Tiket, Banyak Kendaraan Ngebut Terobos Masuk Pantai Parangtritis

Petugas pemungutan retribusi (TPR) Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluhkan banyak yang menerobos menggunakan kecepatan tinggi alias ngebut. Mereka menghindari membayar tiket retribusi sebesar Rp 15.000 perorang. 

"Kalau ramai kan bisa antre kendaraannya, tapi kalau tidak ramai mereka kencang-kencang yang mengendarai," kata Koordinator TPR Parangtritis, Rokhmad Ridwanto kepada wartawan di Bantul, Selasa (25/11/2025).

Saat menerobos dengan kecepatan tinggi ini, petugas memilih menghindar. Hal ini mengurangi resiko kecelakaan. Lajur penarikan retribusi bercampur antara mobil dan sepeda motor. 

"Sulit yang menghentikannya dan berisiko juga kalau tertabrak. Yang lolos seperti itu masih ada, apalagi saat tidak ramai atau selain akhir pekan," kata dia.

Diakuinya, hal itu berdampak pada target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata. Namun demikian, tetap optimis akhir tahun ini akan banyak kunjungan wisata.

Apalagi dengan harga Rp15.000 bisa berkunjung ke seluruh kawasan pantai. 

Rokhmat mengatakan, sebenarnya bisa dicegah dengan membuat lajur khusus seperti di TPR Parangtritis yang lama. Bahkan, Rokhmad sudah mengusulkan hal tersebut ke pimpinannya di Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.

"Minimal ada jalur bus, mobil dan motor sendiri-sendiri sehingga lebih terkondisi dengan baik. Semua itu juga sudah saya sampaikan ke pimpinan," kata Rokhmad.

Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan akan memasang water barier untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Sehingga ada pembatasnya. 

"Nanti ditambah water barier lebih panjang dibandingkan sebelumnya," kata Markus.

Wisata Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis, parkir, Tak Mau Bayar Tiket, Banyak Kendaraan Ngebut Terobos Masuk Pantai Parangtritis

Di sini, wisatawan bisa menyewa papan untuk sandboarding dengan harga Rp 70.000 untuk main sepuasnya.

Pantai Parangtritis terkenal dengan panorama matahari terbenam (sunset) yang eksotis dan romantis. Tak heran, Pantai Parangtritis merupakan salah satu spot favorit berburu sunset, seperti dikutip dari Visiting Jogja.

Pantai yang lekat dengan mitos Nyi Roro Kidul ini, memiliki hamparan pasir hitam berkilau dan deburan ombak besar. Daya tarik Pantai Parangtritis lainnya adalah keberadaan tebing batu karang dan gunung pasir yang disebut gumuk.

Selain menikmati pemandangan sunset dan deburan ombak, ada beragam aktivitas wisata di Pantai Parangtritis.

Jika berkunjung ke Pantai Parangtritis, jangan lewatkan pengalaman naik andong menyusuri pantai. Selain andong, wisatawan juga bisa menunggang kuda sepanjang tepi pantai.

Jangan khawatir, karena ada pemandu yang akan menemani perjalanan wisatawan menyusuri pantai eksotis ini.

Selain itu, wisatwaan bisa mencoba naik ATV. Naik ATV bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menjelajahi seluruh area Pantai Parangtritis tetapi enggan jalan kaki.

Wisatawan juga bisa bermain di gumuk pasir Pantai Parangtritis. Gumuk pasir tersebut juga bisa menjadi latar belakang foto yang Instagramable.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang