Purbaya dan Bahlil Rapat Soal Stok LPG untuk Nataru, Simak Pembahasannya
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menggelar rapat dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, guna membahas kecukupan pasokan Liquefied Petroleum Gas alias LPG jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Rapat yang digelar di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa kemarin itu, juga turut dihadiri oleh Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
"Bahas kesiapan LPG untuk Nataru nanti sampai akhir 2025, plus prognosa LPG 3 kg masuk sampai akhir tahun ini," kata Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia di Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2025.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa
Dwi menjelaskan, kuota LPG 3 kg pada 2025 dipatok 8,17 juta metrik ton, atau sedikit lebih rendah dibanding realisasi 2024. Namun, kebutuhan berdasarkan prognosa mencapai 8,5 juta metrik ton.
"Ada penambahan (kuota) kan over 0,37 juta (metrik ton) atau sekitar 370 ribuan lah," ujar Dwi.
Meski ada koreksi kuota, Dwi menjelaskan bahwa pemerintah memastikan tidak ada penambahan subsidi, karena harga LPG masih berada di bawah acuan APBN.
"Penambahan kuota (ada), tapi enggak ada penambahan subsidi. Tapi ini masih akan dirapatkan lagi ke Pak Presiden (Prabowo Subianto), dibawa ke rapat terbatas bersama dengan Pak Menteri (Bahlil) dan juga Menteri Keuangan (Purbaya)," kata Dwi.
Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan
Pemerintah sebelumnya menetapkan proyeksi penyaluran LPG subsidi dalam APBN 2025 sebesar 8,17 juta metrik ton, sementara outlook hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai 8,36 juta metrik ton.
Dari pembahasan Purbaya dan Bahlil itu, pemerintah memastikan pasokan LPG untuk periode Nataru dalam kondisi aman. Tercatat, target alokasi anggaran subsidi LPG 3 kg tahun ini mencapai Rp 87,6 triliun. Namun, Dwi mengatakan bahwa pembahasan antara kedua menteri tersebut belum menyentuh skema subsidi tahun depan.
Selain LPG, pemerintah juga memastikan kesiapan pasokan BBM. PT Pertamina (Persero) diakui Dwi juga telah menyampaikan bahwa stok BBM untuk Nataru aman. Persiapan dilakukan sekaligus untuk menghadapi kebutuhan energi selama periode Ramadhan hingga Lebaran pada Maret 2026.
"Iya, itu disiapkan juga oleh Pertamina. Jadi enggak hanya Nataru saja, karena berdekatan semua tuh. Semua berdekatan Ramadhan kemudian Lebaran. Jadi mereka mempersiapkan antisipasi sampai selesai Lebaran tahun depan untuk persiapan pengamanan BBM-nya. Jadi dijamin InsyaAllah lah aman sampai selesai," ujarnya.
Diketahui, dalam unggahan di akun Instagram @menkeuri, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa pun sempat mengunggah postingan mengenai rapat tersebut
"Rapatnya enggak lama, sekitar 30 menit membahas mengenai subsidi LPG dan kuota subsidi LPG," kata Purbaya.
Sementara, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, adanya tambahan kuota untuk menjaga pasokan di masa puncak konsumsi akhir tahun.
"Kita hari ini rapat LPG, subsidi LPG dan penambahan sedikit kuota LPG supaya menjelang hari raya natal dan tahun baru aman," ujarnya.