Mike Maignan Bikin Inter Milan Frustrasi, AC Milan Berjaya di Derby della Madonnina
Laga panas bertajuk Derby della Madonnina kembali berlangsung penuh gengsi di Giuseppe Meazza, Senin dini hari WIB, 24 November 2025. Inter Milan yang bertindak sebagai tuan rumah harus menelan pil pahit usai tumbang 0-1 dari rival sekota, AC Milan.
Christian Pulisic menjadi penentu kemenangan Rossoneri, namun sorotan utama justru tertuju pada sang penjaga gawang, Mike Maignan, yang tampil luar biasa dan membuat para pemain Inter frustasi sepanjang pertandingan.
Sejak awal laga, Inter tampil lebih dominan dengan menekan pertahanan Milan melalui kombinasi Marcus Thuram dan Lautaro Martínez. Beberapa peluang emas tercipta, namun selalu berhasil dimentahkan oleh Maignan. Kiper asal Prancis itu melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk aksi refleks cepat saat menepis sepakan keras Thuram dan sundulan tajam Lautaro.
AC Milan justru tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Memasuki menit ke-54, Youssouf Fofana merebut bola di tengah lapangan dan memulai serangan balik cepat. Bola disodorkan kepada Christian Pulisic yang tanpa ampun melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang Yann Sommer. Gol tersebut mengubah suasana stadion dan menjadi pukulan berat bagi Inter.
Drama semakin memuncak saat Inter mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-74 setelah pelanggaran di kotak terlarang. Hakan Calhanoglu maju sebagai eksekutor dan memiliki peluang besar menyamakan kedudukan. Namun lagi-lagi, Mike Maignan menjadi tembok kokoh. Ia membaca arah bola dengan tepat dan menepis penalti Calhanoglu, sekaligus memupus harapan Inter untuk bangkit.
Duel AC Milan vs Inter Milan
Kegagalan penalti itu membuat mental skuad Cristian Chivu merosot drastis. Inter terus mencoba menekan, tetapi semakin terburu-buru dan kehilangan akurasi. Sementara Milan tampil tenang, disiplin, dan solid dalam bertahan hingga peluit akhir. Sorakan suporter Milan di tribun terdengar nyaring, menandai kemenangan penting dalam duel prestisius antar dua tim Kota Mode.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Milan, bukan hanya karena rivalitas sejarah, tetapi juga karena menjadi pembuktian bahwa mereka mampu menang melalui strategi efektif dan pertahanan kuat. Maignan tampil sebagai pahlawan dengan penyelamatan krusial yang mengubah jalannya laga. Pelatih Milan pun memuji karakter dan ketenangan timnya dalam menghadapi tekanan besar.
Sebaliknya, bagi Inter, kekalahan ini menyisakan kekecewaan mendalam. Meski dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, mereka gagal mengeksekusi dan justru takluk oleh efektivitas Milan. Frustrasi semakin terasa karena kekalahan ini terjadi di kandang sendiri, dalam laga yang penuh makna.
Derby della Madonnina sekali lagi membuktikan bahwa bukan hanya taktik dan teknik, tetapi mental, disiplin, dan ketangguhan kiper juga menjadi faktor penentu. Dan kali ini, Mike Maignan menjadi tokoh utama yang menjadikan AC Milan berjaya di San Siro.
Susunan Pemain
INTER (3-5-2): Sommer; Akanji, Acerbi (85' Diouf), Bastoni; C. Augusto, Barella (85' Esposito), Çalhanoğlu (78' Zieliński), Sučić, Dimarco; Thuram, L. Martínez (66' Bonny). Subs: Calligaris, J. Martínez; Alexiou, Bisseck, Cocchi, De Vrij; Frattesi, L. Henrique. Coach: Chivu.
AC MILAN (3-5-2): Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlović; Saelemaekers, Fofana (78' Ricci), Modrić, Rabiot, Bartesaghi; Pulisic (78' Nkunku), Leão (86' Loftus-Cheek). Subs: Pittarella, Terracciano; De Winter, Estupiñan, Odogu; Jashari. Coach: Allegri.