WNI Sumatera Barat Kabur dari Penyiksaan Majikan di Malaysia, Diselamatkan Damkar
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sumatera Barat, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia, berhasil melarikan diri dari penyiksaan brutal yang dilakukan majikannya di Kuala Lumpur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/11/2025) dan menjadi perhatian setelah WNI tersebut ditemukan bersembunyi di tepi bangunan kondominium lantai 29.
Kronologi Penyiksaan dan Upaya Melarikan Diri
Menurut KBRI Kuala Lumpur, korban yang telah disiksa dan disiram air mendidih oleh majikannya itu sempat mendengar majikannya menyalakan kompor untuk memanaskan air.
Menyadari ancaman itu, korban bergegas melarikan diri ke dalam kamar kedua dan mengunci pintu kamar untuk menghindari serangan lebih lanjut.
Untuk menghindari kejaran, korban kemudian memutuskan untuk keluar melalui jendela dan bersembunyi di dekat mesin AC yang terletak di tepi bangunan kondominium pada lantai 29.
Saat pihak keamanan gedung melihatnya, mereka sempat mengira korban berniat bunuh diri dan segera menghubungi pemadam kebakaran (Damkar) untuk melakukan penyelamatan.
Berjuang Menyelamatkan Diri dengan Merosot Melalui Pipa
Korban, yang semakin terdesak, merosot turun melalui pipa bangunan dari lantai 29 ke lantai 28.
Sayangnya, saat korban mengetuk jendela kamar di lantai 28, tidak ada jawaban. Dalam keadaan panik, korban kemudian melanjutkan perjalanan turun ke lantai 27.
Di lantai 27, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menyelamatkan korban setelah ia ditemukan di dekat jendela.
Korban segera diberikan perawatan luka bakar pada punggung dan lengan sebelum dibawa ke balai polis terdekat di Kuala Lumpur untuk proses selanjutnya.
Pendampingan dari KBRI dan Proses Hukum
Setelah diselamatkan, korban menunggu kedatangan perwakilan dari KBRI Kuala Lumpur di balai polis.
Saat ini, korban berada di Shelter KBRI Kuala Lumpur untuk mendapatkan pendampingan hukum dan advokasi.
Pihak KBRI telah mengkoordinasikan visum dan pelaporan kasus ke pihak kepolisian Malaysia.
Tanggapan dari Duta Besar Indonesia
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Dato' Indera Hermono, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan penuh kepada korban.
"Ini adalah kekejaman yang di luar batas kemanusiaan," ujar Dubes Hermono saat ditemui oleh ANTARA di Kuala Lumpur, Selasa (18/11/2025).
Ia menegaskan, KBRI telah mengamankan korban di shelter dan mendukung proses hukum yang akan diambil.
Belakangan, pelaku penganiayaan dan keluarganya sempat mendatangi KBRI Kuala Lumpur untuk meminta maaf, dengan tujuan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Namun, permintaan tersebut ditolak keras oleh KBRI. "Tidak bisa begitu saja orang menyiksa lalu minta maaf dan selesai," tegas Dubes Hermono.
Imigrasi dan Perlindungan Pekerja Migran
Dubes Hermono juga menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap pekerja migran Indonesia, terutama terkait status keimigrasian mereka.
"Saya mendorong pihak imigrasi Indonesia untuk melakukan profiling lebih ketat untuk mencegah terjadinya pekerja migran nonprosedural," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia dan Malaysia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai perlindungan pekerja domestik, yang harus ditegakkan oleh kedua negara.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Dubes RI: Majikan Penyiksa WNI Asal Sumbar di Malaysia Orang Berpendidikan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.