Menstruasi Gak Teratur, Apakah Harus Diatasi dengan Histeroskopi?

Ilustrasi siklus menstruasi
Ilustrasi siklus menstruasi

 Menstruasi tidak teratur merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami perempuan di usia reproduktif. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari stres, kelelahan, perubahan berat badan, hingga masalah hormon. 

Namun, sebagian wanita kerap bertanya-tanya apakah gangguan menstruasi perlu ditangani dengan prosedur medis tertentu, salah satunya histeroskopi. Scroll lebih lanjut yuk!

Apa Itu Histeroskopi?

Histeroskopi adalah prosedur medis untuk mendiagnosis dan melakukan terapi pada kelainan rongga rahim. Tindakan ini menggunakan kamera kecil (histeroskop) yang dimasukkan melalui vagina tanpa sayatan, sehingga termasuk prosedur minimal invasif. 

Pemeriksaan ini dapat membantu dokter melihat kondisi bagian dalam rahim secara langsung, termasuk mendeteksi polip, fibroid, atau kelainan lain yang mungkin menyebabkan perdarahan tidak normal.

Menstruasi Tidak Teratur: Penyebab dan Penanganan Awal

Menstruasi disebut tidak teratur ketika siklusnya berubah-ubah, bisa lebih panjang, lebih pendek, atau datang lebih dari satu kali dalam sebulan. Kondisi ini umumnya bukan disebabkan oleh kelainan struktural pada rahim, melainkan karena gangguan hormon atau ovulasi yang tidak stabil.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre, Dr. dr. Gita Pratama, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Rep.Sc.

"Jadi haid tidak teraturnya gimana? Kalau siklusnya nggak normal, seperti mundur seminggu, sebulan, atu bahkan dua kali dalam sebulan. Jadi siklusnya nggak teratur, itu mungkin bukan histeroskopi jawabannya," jelas Dokter Gita, di Jakarta, Rabu 19 November 2025.

Dr. dr. Gita Pratama, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Rep.Sc.

Menurutnya, langkah pertama sebelum menentukan tindakan medis adalah melakukan pemeriksaan lanjutan.

"Kita mungkin cek hormon, kita lihat USG, apakah ovulasi terjadi. karena kemungkinan besar itu gangguannya gangguan ovulasi, dan gangguan ovulasi ini kemungkinan besar PCOS," kata Dokter Gita.

Jika penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon atau PCOS, penanganannya bersifat jangka panjang yakni dengan cara mengubah gaya hidup dan tidak memerlukan histeroskopi.

"Kalau itu harus lifestyle modification ya. Berubah lifestylenya," tambahnya.

Kapan Menstruasi Perlu Ditangani dengan Histeroskopi?

Tidak semua gangguan menstruasi membutuhkan tindakan histeroskopi. Prosedur ini biasanya dianjurkan jika terdapat dugaan kelainan pada rahim, bukan sekadar ketidakteraturan siklus.

"Tapi kalau ada spotting di luar mens, kemudian mensnya banyak, teratur tapi banyak bahkan lebih dari 10 hari dan bikin lemas, itu mungkin bisa histeroskopi," jelasnya.

Gejala tersebut dapat mengindikasikan polip endometrium, fibroid submukosa, atau penebalan dinding rahim yang perlu dievaluasi secara visual melalui histeroskopi.

Menstruasi tidak teratur umumnya bukan tanda perlunya histeroskopi. Pemeriksaan hormon, USG, serta evaluasi ovulasi lebih relevan untuk mencari penyebab awal.

Histeroskopi baru dipertimbangkan bila terdapat perdarahan abnormal yang berat, berkepanjangan, atau terjadi di luar jadwal menstruasi. Untuk sebagian besar kasus, perubahan gaya hidup dan penanganan hormonal sudah cukup membantu memperbaiki pola menstruasi.