Operasi Zebra Lodaya 2025: 11 Titik Ini Jadi Lokasi Razia di Jabar, Ribuan Polisi Dikerahkan
Polda Jawa Barat resmi menggelar Operasi Zebra Lodaya 2025 selama dua pekan, mulai Senin (17/11/2025) hingga Minggu (30/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya besar kepolisian untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, meminimalkan kecelakaan, serta meningkatkan ketertiban masyarakat dalam berkendara.
Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, menegaskan bahwa operasi ini memiliki tujuan strategis dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), terutama menjelang perayaan Natal 2025.
"Sebanyak 2.088 personel dilibatkan, terdiri dari 520 personel Satgas Polda Jabar dan 1.568 personel Satgasres jajaran," ujarnya.
Di mana saja lokasi razia berlangsung?
Operasi Zebra Lodaya 2025 berlangsung di 11 titik prioritas yang disasar polisi. Lokasi tersebut ditentukan berdasarkan tingkat kerawanan pelanggaran, kecelakaan, hingga kepadatan lalu lintas. Daftar lokasi tersebut meliputi:
- Jalan arteri dan jalan tol
- Daerah rawan kecelakaan, pelanggaran, dan macet
- Jalur kawasan tertib lalu lintas
- Terminal bus
- Kawasan rawan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas
- Kawasan perbelanjaan, perkomplekan, wisata, dan hiburan
- Pusat perbelanjaan, pasar, dan mall
- Pertokoan atau komplek perumahan (termasuk kantor siaran radio)
- Tempat berkumpul komunitas otomotif roda dua maupun roda empat
- Tempat reparasi pencurian motor
- Perusahaan dan pabrik.
Lokasi-lokasi ini dipilih untuk memastikan pengawasan maksimal, termasuk pada titik-titik yang kerap terjadi pelanggaran atau potensi gangguan lalu lintas.
Bagaimana mekanisme penindakan dalam operasi ini?
Salah satu hal yang membedakan Operasi Zebra Lodaya tahun ini adalah penggunaan teknologi dalam penegakan hukum.
Polda Jabar menerapkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebesar 95 persen dan hanya 5 persen menggunakan tilang manual.
Kapolda Jabar menjelaskan bahwa penggunaan ETLE menjadi langkah penting untuk menciptakan proses penindakan yang lebih transparan, akurat, dan meminimalisasi interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan gesekan di lapangan.
"Personel yang bertugas di lapangan kami minta untuk selalu mengutamakan keselamatan, melaksanakan edukasi tertib berlalu lintas, dan menghindari tindakan kontraproduktif serta sikap arogan, sehingga kehadiran Polantas dapat dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Operasi Zebra Lodaya 2025 menerapkan strategi terpadu yang mencakup pendekatan preemtif, preventif, dan represif dengan komposisi sebagai berikut:
- Preemtif: 40 persen (memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat)
- Preventif: 40 persen (melakukan patroli, penjagaan, dan pengaturan lalu lintas)
- Represif: 20 persen (penindakan terhadap pelanggaran).
Dengan perpaduan ini, kepolisian berharap dapat mengedepankan edukasi tanpa meninggalkan ketegasan dalam menindak pelanggar.
Kapolda Jabar berharap operasi yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jabar ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Penegakan hukum yang lebih efektif juga diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara.
"Sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan (PG), ambang gangguan (AG), dan gangguan nyata (GN) yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas," kata Rudi.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 11 Lokasi Razia Operasi Zebra Lodaya 2025 di Jawa Barat, Termasuk Tempat Kumpul Komunitas Otomotif.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.