Valentino Rossi Masih Ngebet Turun di Hypercar WEC, tapi BMW Belum Kasih Lampu Hijau

Valentino Rossi
Valentino Rossi

 Valentino Rossi mengungkapkan bahwa dirinya masih menyimpan mimpi besar untuk turun di kelas Hypercar Kejuaraan Dunia Ketahanan FIA WEC. Namun, legenda MotoGP itu juga mengakui bahwa kesempatan untuk mewujudkan ambisi tersebut dalam waktu dekat semakin kecil.

Rossi sejak awal tidak menutupi ketertarikannya pada prototipe Hypercar. Ia merasa mobil tersebut jauh lebih cocok dengan gaya membalapnya ketimbang mobil GT3 yang telah ia gunakan sejak pensiun dari MotoGP pada 2021. Harapannya sempat meningkat setelah ia mendapat kesempatan menguji BMW M Hybrid V8 dalam rookie test di Bahrain tahun lalu, di mana ia hanya terpaut sekitar sepersepuluh detik dari Arthur Leclerc yang mengendarai Ferrari 499P.

Namun kinerja menjanjikan itu tidak berujung pada kesempatan tampil di kelas utama. Rossi tetap berlaga di kategori LMGT3 untuk musim 2025. Ia menjelaskan bahwa sepanjang musim ini, dirinya bekerja keras bersama tim untuk menyiapkan program Hypercar 2026, tetapi belum ada perkembangan konkret.

Mobil BMW GT3 Valentino Rossi

Rossi menegaskan bahwa Hypercar memberikan sensasi berkendara yang berbeda dan lebih mendekati motor ketimbang GT3, sesuatu yang menurutnya sangat ia nikmati. Ia mengatakan bahwa setelah tes Bahrain itu, ia dan tim mencoba mencari jalan agar bisa tampil di Hypercar untuk musim ini maupun musim depan, namun tetap tidak terealisasi.

Menurut Rossi, sejauh ini masuk ke Hypercar bukan hanya sulit, tetapi juga bergantung pada slot pembalap BMW yang kini dipenuhi talenta muda. Ia menyayangkan hal tersebut karena merasa dirinya tampil cukup baik dan nyaman dengan mobil tersebut.

Sejak terjun penuh ke balap mobil, Rossi selalu membela WRT, tim asal Belgia yang menjadi mitra pabrikan BMW di Hypercar. Musim depan, WRT juga mengambil alih program BMW di IMSA GTP Amerika Serikat, membuka peluang bagi Rossi untuk tampil di beberapa lomba panjang seperti yang masuk dalam Michelin Endurance Cup.

Rossi tidak menutup kemungkinan tampil di beberapa seri IMSA sebagai pembalap tambahan. Ia melihat celah tersebut bisa terjadi karena format lomba ketahanan di Amerika membutuhkan rotasi pembalap lebih banyak. Namun, untuk ajang pembuka Rolex 24 Hours Daytona pada Januari 2026, Rossi memastikan dirinya hampir pasti absen karena waktu persiapan yang terlalu sempit.

Halaman Selanjutnya
Masa Depan 2026 Masih Belum Jelas
Halaman Selanjutnya