Penjualan BMW X1 Bekas Lebih Banyak Dari Baru, Begini Alasannya
Ketidakstabilan ekonomi sepanjang 2025 ternyata turut berdampak pada penjualan mobil mewah termasuk BMW.
Diler resmi BMW mengklaim catatan mereka masih terbilang positif meskipun ada beberapa hambatan.
Namun yang jadi sorotan adalah ramainya peminat mobil bekas BMW tersertifikasi, dijual melalui BMW Used Car di bawah Astra.
“Itu kemarin (di 2025) lebih tinggi dari mobil baru (BMW) terus terang,” kata Teguh Widodo, Operation Manager BMW Astra ketika ditemui di Jakarta Selatan belum lama ini.

Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil tahun lalu menjadi salah satu alasan kuat buat banyak konsumen.
“Kebanyakan (konsumen) tadinya ingin membeli mobil baru, budget-nya masih tetapi tetap mau pakai BMW. Larinya ke Used Car,” kata Teguh.
Mobil bekas yang dijual di BMW Used Car telah tersertifikasi, sehingga terjamin kualitasnya.
Konsumen tidak perlu khawatir terhadap kondisi unit. Kemudian tersedia garansi dari pihak BMW Used Car guna menambah ketenangan pelanggan.
Bicara soal model dengan peminat paling banyak, Teguh mengungkapkan hampir sama seperti di segmen mobil baru.
“Yang pertama BMW X1, baik X1 ICE (mesin konvensional) maupun Electric Vehicle (EV) atau iX1,” ungkap Teguh.
Model selanjutnya yang masih jadi favorit adalah Seri 3, lalu Seri 2 atau 218. Menurut Teguh, BMW 218 sempat jadi tren di 2025.
“218 cukup booming tahun kemarin, banyak sekali orang entry level (berminat),” tegas Teguh.
Sebagai informasi, BMW masih menjadi pemimpin penjualan di segmen premium di Indonesia sepanjang 2025.

Jika mengacu pada penjualan retail dari data Gaikindo, BMW mengirimkan 2.450 unit mobil baru ke tangan konsumen.
Ditambah lagi Mini sebanyak 506 unit. Secara total, kedua merek di bawah naungan BMW Group itu adalah 2.956 unit, unggul dari Lexus (1.523 unit) maupun Mercedes-Benz (1.277 unit).
BMW bersama Mini berhasil mengamankan 60 persen pangsa pasar dari segmen mobil premium di Tanah Air.