Mitos atau Fakta Lipatan Layar HP Lipat Masih Terasa Mengganggu?

HP lipat, layar HP lipat, foldable, foldable smartphone, mitos hp lipat, layar hp lipat, Mitos atau Fakta Lipatan Layar HP Lipat Masih Terasa Mengganggu?

Sejak pertama kali muncul di pasaran, HP lipat kerap mendapat sorotan karena satu hal yaitu lipatan di layarnya. Banyak pengguna mengeluhkan lekukan di tengah layar yang terasa saat disentuh atau terlihat jelas saat menonton video. 

Keluhan ini kemudian memunculkan anggapan bahwa lipatan layar membuat pengalaman memakai HP lipat jadi kurang nyaman dibanding HP konvensional. 

Namun dengan kemajuan teknologi seperti engsel teardrop, kaca ultra tipis (UTG), dan desain layar fleksibel generasi terbaru, benarkah lipatan layar masih menjadi masalah nyata, atau sebenarnya hanya sisa persepsi dari masa lalu? Selengkapnya KompasTekno menguraikan penjelasannya. 

Apakah lekukan ponsel lipat terasa menganggu pengguna? 

Ponsel lipat dibuat menggunakan layar fleksibel (flexible OLED panel) yang bisa ditekuk tanpa merusak struktur internalnya. Namun, karena bagian tengah layar harus menampung mekanisme engsel, area itu cenderung membentuk lekukan atau lipatan yang tampak saat layar menyala penuh. 

Inilah yang dulu membuat banyak pengguna menganggap HP lipat kurang nyaman untuk menonton video atau bermain game. Tapi seiring berjalannya waktu, produsen besar seperti Samsung, OnePlus, dan Honor telah berinvestasi besar untuk meminimalkan tampilan lipatan tanpa mengorbankan ketahanan perangkat.

Generasi awal seperti Samsung Galaxy Fold (2019) memang memiliki lipatan yang terlihat jelas, tetapi pada seri terbarunya, Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6 (2025), Samsung memperkenalkan Flex Hinge generasi baru dan kaca ultra-tipis (UTG – Ultra Thin Glass) yang membuat permukaan layar terasa lebih halus. 

Samsung bahkan mengklaim engsel barunya bisa bertahan hingga 200.000 kali lipatan, setara dengan penggunaan selama lima tahun dengan rata-rata 100 kali buka-tutup per hari.

Dalam uji lipat ekstrem oleh kanal Fold Test Channel di YouTube, Galaxy Z Fold5 sebelumnya bahkan berhasil melewati 400.000 kali lipatan sebelum muncul kerusakan, yang berarti dua kali lipat dari klaim resmi Samsung.

Sementara itu, OnePlus Open, yang dirilis pada akhir 2024, menawarkan pendekatan berbeda lewat engsel “Flexion Hinge” bergaya teardrop. Desain ini membuat layar bagian dalam membentuk lengkungan lembut saat dilipat, bukan lipatan tajam. 

Hasilnya, area tengah layar hampir tak terlihat lipatannya, bahkan saat layar digunakan di bawah pencahayaan terang. Dalam ulasannya di How-To Geek, jurnalis Joe Fedewa menyebut lipatan di OnePlus Open “nyaris tak terlihat, bahkan saat diraba sekalipun.” Review lain dari MKBHD juga menyoroti bahwa lipatannya lebih tipis dari seri Fold milik Samsung dan “secara praktis hilang saat penggunaan normal.”

Tak hanya itu, Honor Magic V2 dan Oppo Find N3 juga menunjukkan kemajuan serupa. Honor mempromosikan Magic V2 sebagai ponsel lipat paling tipis di dunia (9,9 mm saat dilipat) dengan lipatan layar yang nyaris tak kasat mata, berkat penggunaan engsel titanium ultraringan dan material layar komposit. 

Oppo pun memanfaatkan engsel waterdrop hinge yang menekan jarak lipatan agar tampilan layar bagian tengah terasa rata. Dalam beberapa pengujian independen oleh media teknologi seperti GSMArena dan The Verge, kedua model ini menunjukkan bahwa lipatan hampir tidak tampak dari sudut pandang pengguna normal, menjawab salah satu keluhan klasik tentang HP lipat.

Kini, dengan kemajuan material dan desain engsel tersebut, klaim bahwa “lipatan layar HP lipat terasa mengganggu” semakin kehilangan relevansinya. Lipatan mungkin masih ada secara fisik, tetapi secara visual dan fungsional hampir tak memengaruhi pengalaman pengguna. 

Bahkan banyak reviewer menyebut bahwa setelah satu atau dua hari pemakaian, mata pengguna “beradaptasi” dan tidak lagi memperhatikan lipatan itu.

Dengan arah inovasi yang semakin matang, bisa jadi di generasi berikutnya, seperti yang dispekulasikan untuk Galaxy Z Fold7, lipatan layar akan benar-benar menjadi sejarah masa lalu teknologi foldable.

Kesimpulan

Pada akhirnya, lipatan layar bukan lagi masalah besar di ponsel lipat modern. Produsen seperti Samsung, OnePlus, Oppo, dan Honor telah membuktikan bahwa teknologi engsel dan material fleksibel kini mampu mengubah “cacat visual” menjadi sekadar garis samar yang nyaris tak terasa. 

Bagi sebagian pengguna, lipatan bahkan bukan hal yang mereka perhatikan lagi setelah beberapa hari penggunaan. Jadi, jika Anda masih ragu membeli HP lipat karena khawatir lipatan layarnya akan mengganggu, bisa jadi kekhawatiran itu lebih merupakan mitos lama yang tak lagi relevan di era ponsel lipat generasi baru.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.