Klarifikasi UGM soal Kabar Dosen Dibebastugaskan Usai Ajukan Kenaikan Pangkat

Universitas Gadjah Mada, berita ugm, i made andi arsana, i made andi arsana ugm, Klarifikasi UGM soal Kabar Dosen Dibebastugaskan Usai Ajukan Kenaikan Pangkat

Juru Bicara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta I Made Andi Arsana buka suara terkait kabar dosen Fakultas Pertanian Noer Kasanah dibebastugaskan usai mengajukan kenaikan pangkat.

Sebelumnya, NK menyatakan bahwa kendala dalam proses kenaikan pangkatnya di Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, UGM dan mengklaim masalah ini sebagai bentuk perlakuan yang tidak adil.

Andi mengatakan, UGM memperhatikan dengan saksama berita yang beredar di media, terutama media sosial, terkait isu kendala proses administratif kenaikan jabatan yang dialami Noer.

“Dengan tetap menghormati hak NK untuk menyatakan pendapat, UGM, melalui pihak terkait yaitu Fakultas Pertanian, Departemen Perikanan, dan Direktorat Sumber Daya Manusia, telah melakukan investigasi dengan cermat dan teliti,” ujar Andi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (12/11/2025).

“Dengan tanpa keraguan, dengan ini UGM menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar,” tambahnya.

UGM Junjung Tinggi Nilai Kebenaran dan Kesetaraan

Andi menegaskan bahwa UGM menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan kesetaraan dalam relasi dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan semua pihak. 

Oleh sebab itu, UGM selalu berhati-hati di dalam mengambil keputusan dan mempertimbangkan sebanyak mungkin aspek yang berpengaruh. 

Pihak kampus juga memastikan bahwa segala keputusan yang diambil terkait Noer selalu melalui proses yang semestinya.

“UGM menjalankan prosedur standar di dalam memproses kenaikan pangkat seorang dosen, termasuk kenaikan pangkat NK,” jelas Andi.

“Pertimbangan objektif yang digunakan dalam penilaian NK secara komprehensif telah mengarahkan pada satu kesimpulan bahwa kenaikan pangkat NK memang belum dapat direkomendasikan,” tambahnya.

Andi menuturkan, UGM telah menjelaskan perihal ini secara rinci melalui Siaran Pers Nomor 326/UN1/SU/Set-SU/HM.02.01/2025. Rilis tersebut diterbitkan Minggu (19/1/2025).

Dalam siaran pers tersebut, UGM telah menjelaskan kronologi dengan rinci mulai dari Noer masuk menjadi dosen di Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, hingga isu ini menjadi pemberitaan hangat di berbagai media. 

“Kami sarankan, masyarakat dapat membaca siaran pers tersebut untuk mendapat pemahaman yang lengkap,” jelas Andi.

UGM Sudah Berkoordinasi dengan Pihak Terkait

Andi mengatakan, UGM telah berkomunikasi dengan berbagai pihak, seperti Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, dan perwakilan Serikat Pekerja UGM, demi mencapai penyelesaian yang terbaik terkait kendala yang dialami Noer.

Secara umum, UGM dapat menegaskan bahwa Noer adalah pribadi dengan karakter yang tidak mudah untuk diajak bekerja sama. 

Noer dipindahkan dari Fakultas Farmasi ke Departemen Perikanan UGM karena persoalan relasi dengan rekan sejawat. 

Selama di Departemen Perikanan, Noer terbukti telah melakukan perundungan kepada mahasiswa, pengancaman, dan intimidasi kepada sejawat, serta berbagai pelanggaran etika dalam menjalankan aktivitas. 

“UGM memiliki bukti yang memadai dan meyakinkan untuk semua klaim ini dan telah merekam testimoni serta pengakuan dari banyak pihak terkait karakter dan perilaku NK,” ungkap Andi.

Andi menambahkan, Noer beberapa kali melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan atau norma yang berlaku di UGM. 

Meski demikian, Noer tetap diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri, berkarya dan memperbaiki diri. 

“Sayang sekali, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan semestinya dan NK justru kerap memutarbalikkan fakta dan kemudian memainkan peran seakan-akan merupakan korban,” ujarnya.

“Selama ini UGM mengusahakan penyelesaian konflik secara damai dan kekeluargaan melalui upaya dialogis. Di sisi lain, NK terus menyebarkan informasi sepihak yang tidak akurat sehingga proses tidak berjalan seperti yang diharapkan,” tambahnya.

Andi juga menyampaikan, UGM bertekad untuk menyelesaikan kasus Noer dan siap menjalani semua proses yang diperlukan. 

Ia menyatakan, pihak kampus terbuka untuk menerima masukan dan kritik untuk tercapainya kebaikan bagi semua pihak. 

“Kami berterima kasih kepada masyarakat atas atensi yang diberikan dan berharap agar semua pihak dapat bersikap tenang dan objektif,” pungkas Andi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.