Tinjau PLTMG Nias, Wapres Gibran Pastikan Pasokan Listrik PLN Andal Hadapi Momen Nataru

Wapres Gibran dan PLN.
Wapres Gibran dan PLN.

Pemerintah menegaskan bahwa PT PLN (Persero) berkomitmen dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Termasuk di daerah terpencil seperti di wilayah kepulauan seperti Nias.

Hal ini terungkap saat Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nias yang memiliki kapasitas sekitar 25 megawatt (MW).

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran menegaskan kepada jajaran PLN pentingnya menjaga kestabilan sistem kelistrikan di kawasan tersebut, terutama saat kebutuhan listrik masyarakat meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat Kepulauan Nias, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, saya telah tegaskan pada PLN untuk menjaga pasokan energi di Nias,” ujar Wapres dalam paparan terkait operasional pembangkit dan sistem pendukungnya, dikutip dari keterangannya, Selasa, 23 Desember 2025.

Gibran menambahkan bahwa ketersediaan listrik yang andal memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari.

“Sehingga, ketersediaan listrik yang andal dapat memberikan rasa aman serta mendukung kelancaran aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari masyarakat,” lanjutnya.

Upaya PLN di Nias merupakan bagian dari strategi nasional perusahaan untuk memastikan bahwa listrik yang dibutuhkan masyarakat diterima dengan andal, aman, dan tanpa gangguan signifikan di seluruh pelosok negeri dari wilayah barat hingga timur Indonesia. 

Lebih lanjut, Wapres berharap upaya menjaga sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan daerah, khususnya wilayah kepulauan.

“Saya juga berharap upaya menjaga sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan dapat menjadi fondasi penguatan pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan,” tandasnya.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN Adi Priyanto menegaskan kesiapan perusahaan dalam menjamin pasokan listrik yang andal dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pernyataan ini tidak hanya menggambarkan kesiapan dari sisi pembangkit dan jaringan, tetapi juga layanan yang menjangkau konsumen di titik-titik strategis.

“Pembangkitan kami cukup mempunyai margin yaitu 7 gigawatt, yang menunjukkan kesiapan PLN menghadapi puncak permintaan listrik selama periode Nataru. Cadangan ini memberikan jaminan bahwa tidak akan ada gangguan pasokan di wilayah vital maupun titik penting lainnya,” jelas Adi.

Dia juga menambahkan bahwa kesiapan PLN tidak hanya sebatas jumlah kapasitas tetapi juga kepada optimalisasi operasi pembangkit yang terus berjalan, koordinasi dengan transmisi dan distribusi, serta kesiagaan teknis di lapangan agar respons terhadap kebutuhan atau potensi gangguan dapat dilakukan dengan cepat.

"Secara umum PLN siap mensupport pasokan kelistrikan Pulau Nias yang lebih baik lagi dan berkomitmen menberikan pelayanan sepenuh hati," ujarnya.

Menjelang periode libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PLN telah menyiapkan strategi operasional yang matang untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik di berbagai wilayah. Proyeksi internal perusahaan menunjukkan bahwa beban puncak listrik nasional akan mencapai sekitar 46,8 gigawatt (GW) selama periode Nataru, sedangkan kapasitas pembangkit yang tersedia mencapai sekitar 53,9 GW.

“Ini berarti PLN memiliki cadangan daya sebesar sekitar 7,1 GW (±15,2 persen), yang mencerminkan kesiapan sistem kelistrikan nasional menghadapi kebutuhan puncak masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, PLN memastikan bahwa pemeliharaan dan operasi jaringan transmisi serta distribusi di wilayah vital dilakukan dengan pendekatan kerja dalam keadaan bertegangan (live-line work), sehingga tidak menimbulkan pemadaman listrik yang tidak direncanakan bagi pelanggan kritikal.