Idrus Marham Sentil Ribka PDIP: Jasa Soeharto Tak Bisa Ditutupi Emosi Politik

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menyentil Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning yang menolak usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Menurut dia, komentar Ribka yang menyebut Soeharto sebagai ‘pembunuh jutaan rakyat’ adalah bentuk penilaian emosional yang mengabaikan fakta sejarah dan tidak proporsional.

“Kami hormati pandangan Bu Ribka dan teman-teman yang menolak, tapi jangan menutup mata terhadap kontribusi besar Pak Harto. Stabilitas nasional, pertanian, industrialisasi, pendidikan, dan pembangunan ekonomi modern dimulai di era beliau,” kata Idrus di Jakarta pada Jumat, 7 November 2025.

Kata dia, warisan pembangunan dan stabilitas nasional yang ditinggalkan Soeharto tidak bisa dihapus hanya karena perbedaan pandangan politik. Untuk itu, tegas dia, Partai Golkar tetap dukung usulan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.

“Golkar tidak akan mundur satu langkah pun. Jasa Pak Harto bagi bangsa ini nyata, tidak bisa dihapus dari sejarah. Perdebatan boleh terjadi, tapi fakta sejarah tidak bisa dibantah,” tegasnya.

Memang, kata dia, tidak ada pemimpin yang sempurna termasuk Soeharto. Namun, lanjut dia, menolak gelar pahlawan dengan alasan politik justru menunjukkan sikap yang tidak objektif terhadap perjalanan sejarah bangsa.

“Sejarah tidak bisa dihapus dengan emosi politik. Kalau kita ingin adil, lihatlah secara utuh, ada sisi kelam, tetapi juga ada kontribusi besar terhadap kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Namun demikian, Idrus menegaskan Golkar tetap menghormati perbedaan pandangan, tetapi menyerukan agar bangsa ini belajar melihat sejarah secara proporsional.

“Kami hormati yang menolak, tapi jangan abaikan fakta sejarah. Penghormatan terhadap jasa Pak Harto bukan glorifikasi, tapi pengakuan terhadap bagian penting perjalanan bangsa ini,” pungkasnya.