Anak Muda dan Larangan Impor Pakaian Bekas lewat Thrifting, Bisa Sulit Mengekspresikan Diri

thrifting, larangan impor pakaian bekas, impor pakaian bekas, Purbaya Yudhi Sadewa, pakaian bekas impor, thrifting adalah, tren thrifting, menteri keuangan purbaya, tren thrifting di kalangan anak muda, Anak Muda dan Larangan Impor Pakaian Bekas lewat Thrifting, Bisa Sulit Mengekspresikan Diri, Pengaruh larangan impor pakaian bekas terhadap thrifting, Sisi lain thrifting di tengah pembatasan impor pakaian bekas, Thrifting: Dari hemat, jadi gaya hidup, Melihat peluang tren fashion anak muda , Larangan impor pakaian bekas

Rencana larangan impor pakaian bekas ilegal, yang sebelumya diucapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tidak hanya memengaruhi penjual thrifting, tapi juga pembelinya.

Menurut salah seorang pembeli, Novi (18), thrifting lebih dari sekadar belanja, tapi cara untuk mengekspresikan diri. 

"Bakal berpengaruh (wacana larangan impor pakaian bekas ilegal) sih. Apalagi kalau misalnya nanti enggak bakal bisa mengekspresikan diri lagi," kata Novi saat ditemui Kompas.com di Depok Town Square, Jawa Barat, Senin (3/11/2025).

"Soalnya menurut aku, fashion (gaya) tuh benar-benar mengekspresikan diri kita banget. Jadi, kalau enggak bisa thrift, susah buat mengekspresikan diri," tambahnya.

Pengaruh larangan impor pakaian bekas terhadap thrifting

Pakaian sebagai bentuk percaya diri

thrifting, larangan impor pakaian bekas, impor pakaian bekas, Purbaya Yudhi Sadewa, pakaian bekas impor, thrifting adalah, tren thrifting, menteri keuangan purbaya, tren thrifting di kalangan anak muda, Anak Muda dan Larangan Impor Pakaian Bekas lewat Thrifting, Bisa Sulit Mengekspresikan Diri, Pengaruh larangan impor pakaian bekas terhadap thrifting, Sisi lain thrifting di tengah pembatasan impor pakaian bekas, Thrifting: Dari hemat, jadi gaya hidup, Melihat peluang tren fashion anak muda , Larangan impor pakaian bekas

Pembeli thrift, Novi (18) dan Aika (19) di toko pakaian bekas atau thrifting di Depok Town Square, Jawa Barat, pada Senin (3/11/2025).

Bagi Novi, pakaian punya pengaruh besar terhadap rasa percaya diri seseorang. Ia mengaku sulit merasa nyaman kalau pakaian yang dikenakan tidak sesuai dengan kepribadiannya.

"Iya kalau baju kita enggak oke, jadi kaya pengin mengurung diri aja, jadi enggak moodFashion benar-benar berpengaruh ke diri kita banget," kata dia.

Berdasarkan pengalaman thrift-nya selama ini, Novi mendapatkan kesempatan untuk bisa memilih pakaian yang lebih beragam dan sesuai dengan seleranya sendiri.

Sisi lain thrifting di tengah pembatasan impor pakaian bekas

thrifting, larangan impor pakaian bekas, impor pakaian bekas, Purbaya Yudhi Sadewa, pakaian bekas impor, thrifting adalah, tren thrifting, menteri keuangan purbaya, tren thrifting di kalangan anak muda, Anak Muda dan Larangan Impor Pakaian Bekas lewat Thrifting, Bisa Sulit Mengekspresikan Diri, Pengaruh larangan impor pakaian bekas terhadap thrifting, Sisi lain thrifting di tengah pembatasan impor pakaian bekas, Thrifting: Dari hemat, jadi gaya hidup, Melihat peluang tren fashion anak muda , Larangan impor pakaian bekas

Label harga pakaian thrift di Depok Town Square.

Dalam pandangan Novi, rencana pembatasan impor pakaian bekas tidak hanya bisa dilihat dari satu sisi saja.

"Sebenarnya ada dua sudut pandang karena enggak bisa digeneralisasi juga," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini akan berdampak positif terhadap produk lokal.

Namun, dari sisi konsumen seperti dirinya, thrifting tetap dibutuhkan karena memberi kesempatan bagi banyak orang untuk mendapatkan pakaian yang sesuai dengan gaya dan kemampuan ekonomi mereka.

“Kalau untuk berdampak sama produk lokalnya, pastilah ya berdampak banget, very (sangat). Nah, kalau untuk dampak sama kita nih, sebagai konsumen, pastinya bakal merasa kita tuh butuh produk yang sesuai dengan budget (anggaran) kita kan, yang murah dan modern gitu. Pastinya orang-orang yang ke bawah juga bakal milih yang kayak gini, yaitu thrifting,” jelas Novi.

Thrifting: Dari hemat, jadi gaya hidup

thrifting, larangan impor pakaian bekas, impor pakaian bekas, Purbaya Yudhi Sadewa, pakaian bekas impor, thrifting adalah, tren thrifting, menteri keuangan purbaya, tren thrifting di kalangan anak muda, Anak Muda dan Larangan Impor Pakaian Bekas lewat Thrifting, Bisa Sulit Mengekspresikan Diri, Pengaruh larangan impor pakaian bekas terhadap thrifting, Sisi lain thrifting di tengah pembatasan impor pakaian bekas, Thrifting: Dari hemat, jadi gaya hidup, Melihat peluang tren fashion anak muda , Larangan impor pakaian bekas

Suasana toko pakaian bekas atau thrifting di Depok Town Square, Jawa Barat, pada Senin (3/11/2025).

Di samping itu, kesenangan Novi terhadap thrifting bukan sebatas karena hemat, tapi juga karena aktivitas ini sudah menjadi bagian dari keseharian dan identitas dirinya.

"Kalau aku gaya hidup," tutur Novi saat ditanya terkait thrifting untuk berhemat atau menjadi bagian dari gaya hidupnya.

Lebih lanjut, Novi mengakui kalau faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap rutinitas thrift-nya. Lingkungan pertemanan yang punya minat fesyen serupa membuat kebiasaan thrifting makin melekat dalam keseharian Novi.

“Karena faktor lingkungan juga mungkin, ya. Kayak teman-teman aku juga kayak gini gayanya, style-nya. Jadi aku merasa, oh, ini sudah masuk ke pribadiku, sudah personal banget, sudah kayak bagian dari diri aku,” terangnya.

Melihat peluang tren fashion anak muda 

Menurut Novi, perkembangan tren fashion di kalangan anak muda tidak bisa dilepaskan dari kemampuan industri dan pemerintah dalam membaca peluang.

Ia menilai, inovasi menjadi kunci agar produk lokal bisa terus bersaing dan diminati generasi muda.

"Ya itu sih kayak berinovasi aja. Berinovasinya mungkin dari pemerintahnya sama kayak industri fashion itu Bisa melihat peluang-peluang bisnis. Karena anak zaman sekarang ini kan pasti sukanya sama yang modern-modern, apalagi sekarang tuh ramai banget sama kayak Y2K," jelas Novi.

Sebagai informasi, fashion Y2K merujuk pada gaya yang terinspirasi dari era 1990-an sampai 2000-an.

Larangan impor pakaian bekas

Seperti diketahui, belakangan ini isu larangan impor pakaian bekas sedang ramai diperbincangkan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sudah melakukan inspeksi mendadak ke Tempat Penimbunan Pabean di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (31/10/2025).

"Hari ini, Jumat (31/10/2025), saya melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Penimbunan Pabean di Cikarang, Jawa Barat, memastikan pengawasan terhadap rokok ilegal dan pakaian impor berjalan efektif,” ujar Purbaya, dilaporkan , Minggu (2/11/2025).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.