Keluar dari Zona Nyaman: Cara Gen Z Menantang Diri untuk Terus Tumbuh
Zona nyaman kini jadi topik hangat di kalangan Gen Z. Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya perubahan zaman, mereka semakin sadar pentingnya berani mencoba hal baru di luar kebiasaan. Namun, bagi yang tumbuh dalam tekanan sosial dan ekspektasi tinggi, meninggalkan zona nyaman bukan hal mudah.
Hal yang sama dirasakan oleh artis pemeran El Putra dan Harleyava Princy atau yang biasa disapa Leya, dua sosok Gen Z yang tengah belajar melangkah keluar dari zona nyaman mereka.
Keduanya sama-sama mengakui bahwa tahun ini menjadi momen untuk keluar dari zona nyaman dan mempelajari hal baru.
El beranggapan bahwa tahun 2025 ini adalah masa di mana ia paling banyak menantang dirinya sendiri untuk berkembang.
Belajar dari tantangan
“Kalau dari saya pribadi, keluar dari zona nyaman itu berarti berani untuk belajar hal baru,” ujar El dalam acara media talkshow di Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).
Salah satu tantangan yang ia hadapi adalah berbicara di depan kamera, sesuatu yang sebelumnya selalu ia hindari.
“Salah satunya ngobrol di depan kamera. Karena saya sebelumnya susah sekali, dan menghindar untuk ngomong di depan kamera,” katanya.
El Putra Sarira didapuk sebagai Rangga versi baru dalam film Rangga & Cinta.
Kebiasaan baru yang membentuk diri jadi lebih positif
El juga menemukan kebiasaan baru yang tidak ia duga sebelumnya, yaitu membaca buku-buku sastra. Dari situlah, ia menemukan hal positif lain untuk dirinya sendiri.
“Buku juga, buku termasuk keluar dari zona nyaman. Karena sebelumnya saya belum pegiat sastra, belum pegiat buku. Jadi, ketika ada dalam proyek (film) ini, saya lebih banyak membaca buku, dan puji Tuhan itu suatu habit yang baik,” ungkapnya.
Berani tampil mengekspresikan diri
Hal serupa juga dialami oleh Leya. ia mengakui bahwa sebelumnya tidak berani menunjukkan sisi dirinya di depan publik, terlebih lewat karya yang menonjolkan emosi pribadi.
Leya mengaku sebenarnya ia tak pernah berani untuk bernyanyi, apalagi mencoba berakting.
Tahun ini, menjadi pengalaman baru baginya untuk benar-benar keluar dari batasan yang ada dalam dirinya sendiri.
“Aku juga belum pernah berani untuk main film layar lebar, dan baru pertama kali ini. Terus kayak ngomong di publik, bicara tentang diri aku, itu belum pernah dilakukan sebelumnya,” tambahnya.
Keluar dari zona nyaman, bentuk pertumbuhan diri bagi Gen Z
Bagi El dan Leya, keluar zona nyaman bukan hanya soal pencapaian baru, tetapi juga bentuk self growth yang nyata. Mereka belajar bahwa perkembangan diri sering kali dimulai dari ketidaknyamanan, rasa gugup, takut gagal, hingga belajar hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
“Jadi, kalau misalnya kita masih di zona yang sama, kita engga akan bisa berani untuk keluar di zona lain,” tegas El.
Dari berbicara di depan kamera, membaca buku, bernyanyi, hingga bermain film, keduanya membuktikan bahwa setiap langkah di luar kebiasaan yang pernah dilakukan sebelumnya bisa membawa perubahan besar, bukan hanya dalam karier, tetapi juga untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.