Kepedulian Sosial Terus Tumbuh di Berbagai Daerah

Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana
Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana

 Beragam inisiatif yang digagas oleh anak muda Indonesia menunjukkan bahwa kepedulian sosial terus tumbuh di berbagai daerah. Upaya mereka hadir melalui program berbasis komunitas yang menyasar pendidikan, pemberdayaan, hingga akses layanan bagi kelompok rentan.

Para penggerak sosial tersebut bekerja dari akar rumput dengan pendekatan sesuai kondisi wilayahnya. Mereka menjadi contoh bagaimana solusi lokal dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Di Larantuka dan Sumba Barat, terdapat program pendidikan berbasis alam dan pelestarian budaya yang berjalan mandiri. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan akses belajar sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap lingkungan dan warisan budaya.

Upaya lain dilakukan di kawasan Danau Toba melalui pengembangan literasi komunitas. Tujuannya memperkuat kemampuan warga dalam menyerap informasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

Penguatan hak penyandang disabilitas juga menjadi fokus dari beberapa tokoh muda. Di Banjarmasin dan Depok, tempat usaha yang inklusif dibangun agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan bekerja dan mandiri secara ekonomi.

Selain itu, pemberdayaan perempuan dan anak menjadi bagian dari isu yang terus memperoleh perhatian. Kegiatan pendampingan dilakukan untuk memberikan ruang aman sekaligus membuka akses kesempatan yang lebih luas.

Seluruh inisiatif tersebut menjadi bagian dari proses seleksi yang dilakukan oleh Dewan Juri Frans Seda Award 2025. Enam kandidat terpilih masing-masing mewakili kategori Pendidikan dan Kemanusiaan setelah melalui penilaian dari ratusan pendaftar.

Ketua Panitia Frans Seda Award 2025, Dr. Angela Oktavia Suryani, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi pelaku perubahan. “Frans Seda Award ingin mengenali, menguatkan, dan memperluas dampak para pelaku perubahan muda Indonesia,” ujarnya.

Setelah seleksi akhir, Dewan Juri menetapkan Ibu Empiriani Maria Ina Magi sebagai penerima penghargaan kategori Pendidikan dan Ibu Dissa Syakina Ahdanisa sebagai penerima kategori Kemanusiaan. Bapak Muhammad Aripin terpilih sebagai pemenang favorit melalui dukungan publik.

Penganugerahan resmi dilakukan pada 5 Desember 2025 di Kampus Semanggi Unika Atma Jaya. Rangkaian ini menjadi bagian dari penutup Lustrum XIII yang juga menegaskan komitmen kampus terhadap nilai kemanusiaan.

Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S.(K), menyatakan dukungan terhadap kontribusi generasi muda dalam pembangunan sosial. “Melalui Frans Seda Award, Atma Jaya tidak hanya mendidik, tetapi menghidupkan nilai kemanusiaan,” ujarnya.