Pentingnya Edukasi Langsung ke Orang Tua untuk Cegah Stunting
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya.
Jika tidak ditangani dengan tepat, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang pada kesehatan anak. Beberapa dampak tersebut antara lain, gangguan perkembangan otak yang mengganggu proses belajar dan menurunkan prestasi anak ke depannya. Selain itu, risiko penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes hingga mudah sakit dan mudah terkena infeksi.
Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi stunting adalah memberikan edukasi terkait pencegahan stunting sejak pranikah. Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis anak dari RS Bethesda Yogyakarta, dr Devie Kristiani Sp.A. Dia menekankan bahwa edukasi langsung kepada orang tua merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencegahan stunting di tingkat keluarga.
"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang dampaknya tidak hanya pada tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas di masa depan. Untuk itu pencegahan dan deteksi dini menjadi hal yang krusial untuk dilakukan," kata dia dalam keterangan resminya.
Langkah pertama adalah melakukan pemantauan tinggi dan berat badan anak secara rutin, lalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tumbuh kembangnya sesuai usia. Deteksi dini menjadi kunci agar kondisi gizi anak dapat segera diintervensi sebelum terlambat.
Deteksi dini menjadi kunci agar kondisi gizi anak dapat segera diintervensi sebelum terlambat. Orang tua perlu belajar dan memahami bahwa setiap langkah kecil dalam menjaga tumbuh kembang anak sangat berarti bagi masa depan mereka.
Terkait stunting, K-24 Group berkolaborasi dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk Festival Sehat Ceria si Kecil di Taman Pintar, Yogyakarta.
Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti skrining tumbuh kembang anak, edukasi gizi keluarga, serta diikuti oleh lebih dari 1.200 peserta yang terdiri dari anak-anak dan orang tua.
Festival sehat ceria
Festival sehat ceria
Festival sehat ceria
Festival sehat ceria
Wali Kota Yogyakarta, dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.0G (K), menjelaskan bahwa penanganan stunting khususnya di daerah Yogyakarta menjadi fokus yang dijalankan oleh pemerintah. Di Kota Yogyakarta sendiri kata Hasto prevalensi stunting telah menurun menjadi 10,49 persen.
"Penanganan sebelum kondisi stunting memiliki tingkat keberhasilannya mencapai 70 persen, sedangkan jika stunting ditangani setelahnya maka keberhasilannya hanya sekitar 20 persen," kata dia
Pencegahan perlu dilakukan dimulai fase pranikah dengan prakonsepsi serta pemenuhan nutrisi yang seimbang, contohnya untuk ibu hamil dan anak di atas 2 tahun, minum susu merupakan hal penting termasuk mendapatkan nutrisi penting
"Kolaborasi dari berbagai pihak sangat penting terus dilakukan dalam upaya bersama menghapus stunting dari Indonesia," ungkap dia.
Kolaborasi multisektor
Melalui kegiatan ini, K-24 Group dan Sarihusada berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak dan bersama-sama mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting menuju Indonesia Emas 2045.
Festival sehat ceria
"Kami juga mengapresiasi kolaborasi multisektor seperti yang dilakukan oleh K24 & Sarihusada, dimana kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya bersama menghapus stunting dari Indonesia," kata Founder & CEO K-24 Group, dr. Gideon Hartono.
Selaras dengan pesan tersebut Sales Director Sarihusada, Rizki Imam Ardhi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan edukasi dan layanan nutrisi ke masyarakat.
"Selama lebih dari 71 tahun, Sarihusada terus berkomitmen untuk memastikan kecukupan nutrisi anak bangsa dan secara aktif berkontribusi dalam pencegahan stunting. Kami percaya bahwa kolaborasi multipihak, termasuk antar sektor swasta seperti dengan K-24 Group, menjadi kunci dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas," kata dia.
Rizki menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan pihaknya dalam acara ini antara lain melalui kegiatan skrining dan pemberian edukasi nutrisi yang juga merupakan bagian dari kampanye Generasi Maju Bebas Stunting dan 3 Langkah Maju yang telah dijalankan sejak 2023.
"Kami ingin terus membantu orang tua memahami pentingnya tiga langkah sederhana seperti memantau pertumbuhan anak, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dan memberikan nutrisi yang tepat, sebagai upaya konkret mencegah stunting,” jelas Rizki.
Di sisi lain, Founder & CEO K-24 Group, dr. Gideon Hartono menjelaskan bahwa menjadi awal dari rangkaian pendampingan dan pemberian bantuan bagi anak-anak yang membutuhkan, agar tumbuh kembangnya dapat dipantau secara berkelanjutan.
"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai tempat memperoleh obat, tetapi juga sebagai mitra kesehatan keluarga Indonesia. Karena itu, kami menginisiasi Festival Sehat Ceria si Kecil, sebuah kegiatan edukasi untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya deteksi dini tumbuh kembang serta pemenuhan gizi seimbang dalam mencegah stunting," kata dia.
Sebagai wujud nyata pengentasan stunting, Apotek K-24 memberikan PKMK atau Pangan untuk Keperluan Medis Khusus kepada anak di atas 1 tahun yang telah terindikasi stunting sesuai dengan resep dokter. Program ini berjalan 3 sampai 6 bulan. Langkah ini kami lakukan agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi membawa perubahan yang nyata bagi masa depan mereka.