Pengamat Soroti Justin Hubner, Fleksibel tetapi Harus Kendalikan Emosi

Fortuna Sittard, Justin Hubner, Gita Suwondo, Pengamat Soroti Justin Hubner, Fleksibel tetapi Harus Kendalikan Emosi

Bek Timnas Indonesia Justin Hubner kembali mendapatkan menit bermain bersama Fortuna Sittard dalam lanjutan Eredivisie musim 2025–2026.

Meski hanya bermain singkat, kehadirannya tetap menjadi bagian penting dalam upaya timnya mengamankan kemenangan atas FC Volendam.

Laga berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Fortuna Sittard di Stadion Kras, Sabtu (14/3/2026) malam WIB itu.

Tim tamu lebih dulu membuka keunggulan melalui gol Paul Gladon pada menit ke-19, sebelum Dimitrios Limnios menggandakan keunggulan menjelang akhir babak pertama.

Tuan rumah sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Robert Muhren pada menit ke-80. Namun, Fortuna tetap mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Masuk di Menit Akhir untuk Menjaga Keunggulan

Pada pertandingan tersebut, pelatih Fortuna Sittard Danny Buijs melakukan sejumlah rotasi pemain setelah kekalahan telak dari Telstar pada laga sebelumnya.

Salah satu perubahan terlihat di lini belakang, ketika Neraysho Kasanwirjo dipercaya sebagai starter, sementara Justin Hubner memulai laga dari bangku cadangan.

Pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai menit bermain pemain berusia 22 tahun itu dalam laga ini memang tidak terlalu besar, karena ia masuk ketika timnya sudah berada dalam posisi unggul.

“Dia tidak main dari awal dan posisinya dikembalikan sebagai center bek bersama Ivan Marques,” ujarnya kepada KOMPAS.com.

“Jadi tidak terlalu signifikan, dia masuk saat Fortuna sudah unggul. Ya dia dimainkan untuk mempertahankan keunggulan saja,” imbuhnyanya.

Meski bermain singkat, ia menunjukkan perannya sebagai bek tengah dengan beberapa sapuan penting untuk menjaga keunggulan tim.

Fleksibilitas Jadi Modal di Timnas

Di balik durasi bermain yang terbatas, performa Justin Hubner sepanjang musim ini justru dinilai menunjukkan perkembangan positif.

Mantan jurnalis olahraga senior itu menilai pemain berdarah Makassar-Belanda tersebut memiliki keunggulan dalam fleksibilitas posisi di lini pertahanan.

“Iya sebenarnya sangat membaik kalau membicarakan Justin Hubner di musim ini,” kata Gita Suwondo.

Sebab di klubnya, Justin Hubner beberapa kali dimainkan dalam dua posisi berbeda, yakni sebagai bek kiri maupun bek tengah.

Kemampuannya tersebut dinilai menjadi nilai tambah saat bergabung dengan timnas Indonesia, terutama menjelang agenda FIFA Series 2026 di bawah arahan pelatih John Herdman.

“Harusnya siap ya, dia bisa bermain di dua posisi, bek kiri maupun center bek kiri. Kalau di klub saja bisa dipasang di dua tempat, artinya di timnas juga siap,” sambungnya.

Fortuna Sittard, Justin Hubner, Gita Suwondo, Pengamat Soroti Justin Hubner, Fleksibel tetapi Harus Kendalikan Emosi

Jelang laga FIFA Matchday pemain timnas Indonesia senior Justin Hubner menjalani ofisial training di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Kamis (4/9/2025) malam.

Sepanjang musim ini, Justin Hubner tercatat telah bermain sebanyak 20 kali bersama Fortuna Sittard dengan menyumbangkan dua gol dan satu assist dari lini belakang.

Kedua gol tersebut lahir dari dua posisi berbeda bek kiri dan satu dari posisi center bek.

Catatan soal Permainan Keras

Meski menunjukkan perkembangan positif, gaya bermainnya tetap menjadi perhatian. Sebab ia dikenal memiliki karakter permainan yang keras dan agresif di lapangan.

Gita Suwondo bahkan menyebut julukan “El Preman” untuk menggambarkan gaya bermain Hubner yang kerap tampil tanpa kompromi.

Namun, aspek tersebut juga harus dikendalikan agar tidak merugikan tim.

“Yang mungkin jadi kendala adalah ‘El Preman’-nya. Dia cenderung main keras dan kadang terlalu kasar,” ujar pengamat yang juga menjadi komentator Liga Belanda, Eredivisie di KompasTV.

Seperti diketahui musim ini Justin Hubner sempat menerima kartu merah saat menghadapi Ajax Amsterdam, selain juga mengoleksi sejumlah kartu kuning.

Hal tersebut menjadi catatan penting, terutama saat ia membela timnas Indonesia dalam pertandingan internasional.

“Ini yang harus diperhatikan saat di timnas. Memang FIFA Series hanya friendly match, tapi ke depan ujung-ujungnya ke Piala Asia,” pungkas Gita Suwondo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang