Bruno Tubarao Yakin Persija Gilas Persib di GBLA: Kami Sangat Percaya Diri
Keyakinan tinggi mengiringi langkah Persija Jakarta menuju Bandung. Menjelang duel klasik melawan Persib, bek kanan Persija Bruno Tubarao menegaskan kesiapan timnya menghadapi tekanan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Pertandingan tersebut akan digelar Minggu, 11 Januari 2026, pukul 15.30 WIB. Tubarao menyebut kondisi fisik, taktik, dan mental Macan Kemayoran berada dalam kondisi optimal untuk menantang tuan rumah di laga krusial penutup putaran pertama Super League 2025/2026.
Modal positif dibawa Persija ke Bandung setelah meraih dua kemenangan beruntun. Kemenangan 3-0 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC dan hasil 2-0 kontra Persijap menjadi bekal kepercayaan diri yang ingin terus dijaga.
Menurut Tubarao, sesi latihan sepanjang pekan berjalan dengan intensitas tinggi. Ia menilai terbangunnya keselarasan antara pemain dan tim pelatih menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi performa tim.
Meski demikian, Tubarao menyadari tantangan besar menanti. Persib dinilainya sebagai lawan dengan ambisi sepadan, berada di papan atas klasemen, dan selalu menghadirkan atmosfer berbeda setiap kali berhadapan dengan Persija.
“Kami memiliki persiapan yang baik. Pelatih Mauricio Souza sudah memberikan program latihan dan kami sangat percaya diri. Kami sudah siap untuk meraih tiga poin,” ujar Tubarao dalam konferensi pers jelang pertandingan, dikutip dari laman resmi klub Minggu 11 Januari 2026.
Ia menambahkan, Persija tidak memandang laga ini sebagai pertandingan mudah. Namun, dengan kesiapan yang dimiliki, tim datang ke Bandung dengan keyakinan penuh terhadap kemampuan sendiri.
“Kami tahu pertandingan tidak akan berjalan mudah. Kami tahu laga besok adalah laga penting. Namun, seperti yang saya katakan, kami sudah siap untuk menghadapinya. Kami percaya dengan diri kami dan akan datang untuk menjalani laga yang luar biasa, lalu mengakhirinya dengan tiga poin untuk kami,” tuturnya.
Duel di GBLA pun menjadi ajang pembuktian kesiapan Persija, bukan hanya secara teknis, tetapi juga dalam mengelola tekanan di tengah rivalitas yang selalu menyedot perhatian nasional.