Ahmad Sahroni Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di Tengah Sorotan Publik
Ahmad Sahroni, anggota DPR RI non-aktif, berhasil menuntaskan pendidikan S3-nya di Universitas Borobudur, meraih gelar Doktor Ilmu Hukum pada Selasa (14/10/2025).
Momen wisuda yang digelar di JCC Senayan, Jakarta Pusat, dihadiri oleh sahabat dan rekan-rekan sesama wisudawan, dengan Sahroni mengenakan toga hitam merah.
Acara wisuda juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Unbor TV.
"Doktor Haji Ahmad Sahroni, S.E., M.I.Kom. Judul disertasi: Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimum Remedium: Suatu Strategi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara," ujar pemandu acara saat memanggil Sahroni untuk menerima ijazahnya.
Momen Kebanggaan di Tengah Sorotan Publik
Sahroni disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. Setelah memberi hormat kepada rektor, ia menyalami dosen-dosen serta mendapat pelukan perpisahan.
Momen kebanggaan ini juga banyak dibagikan oleh wisudawan lainnya di media sosial, termasuk TikTok, yang menampilkan video kehadiran Sahroni dalam acara tersebut.
Meskipun begitu, momen tersebut belum muncul di akun Instagram pribadi Sahroni (@ahmadsahroni88) setelah insiden rumahnya dijarah warga, yang membuatnya berhenti aktif di media sosial.
Pendidikan dan Karier Akademis Ahmad Sahroni
Sahroni, yang memulai pendidikan S1 di Jurusan Manajemen di STIE Pelita Bangsa pada 2003, melanjutkan studi S2 di STIKOM InterStudi pada 2019 dengan Jurusan Ilmu Komunikasi.
Pada September 2022, ia melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Borobudur Jakarta, menyelesaikan program Doktor Ilmu Hukum pada semester ganjil 2024/2025.
Setelah wisuda yang sempat tertunda, Sahroni resmi memperoleh gelar Doktor pada Oktober 2025.
Penonaktifan Ahmad Sahroni oleh Partai NasDem
Sahroni, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, dicopot dari posisinya oleh partai.
Keputusan ini diambil setelah mencermati pernyataan kontroversial dari keduanya.
Kontroversi Terkait Pernyataan Ahmad Sahroni
Sahroni menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang desakan untuk membubarkan DPR.
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia," kata Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut pada 22 Agustus 2025, mengenai pembubaran DPR tersebut.
Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat, meskipun Sahroni mengklaim tidak bermaksud merendahkan masyarakat yang mengkritik DPR.
Sebelumnya, Sahroni juga dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan dipindahkan ke Komisi I DPR sebelum akhirnya dinonaktifkan oleh partai.
Sebagian telah tayang di .
.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.