Punya Kakak Galak Jadi Inspirasi Buat Buku, Adik: Dia Pelindung
Kakak galak bak bencana bagi para adik. Setiap teguran terasa seperti omelan tanpa akhir, setiap perintah terdengar seperti komando militer. Di balik sikap keras itu, ternyata tersimpan kasih sayang yang tidak sang kakak perlihatkan dengan 'cara yang manis'.
Situasi pertengkaran kakak dan adik juga viral di TikTok memperlihatkan momen cekcok. Video diunggah akun @hiatatxwukn langsung menarik perhatian publik dengan jumlah penonton lebih dari 5,7 juta kali dan mendapat 242 ribu likes hanya dalam beberapa hari.
Dalam video tersebut, sang kakak yang diketahui bernama Randy terlihat memarahi adiknya yang pulang lewat dari jam malam. Sambil menahan emosi, Randy berkata:
“Sudah dibilang jangan pulang di atas jam 9 malam, ini kamu baru tiba 9.10. Alasan saya belum menikah sampai sekarang karena jaga kamu dek. kalau mama papa mama masih ada, pasti setuju kok sama saya,” kata Randy.
Viral Kakak Galak Marahi Adiknya Pulang Malam
Namun, adiknya mencoba membela diri dengan alasan baru pulang dari kerja kelompok. Video tersebut pun menuai pro dan kontra di kalangan warganet.
Sebagian menilai sikap Randy wajar karena bentuk tanggung jawab dan kasih sayang terhadap adiknya mengingat ia yang menjadi orang tua bagi sang adik. Beberapa warganet menilai ia terlalu overprotektif terhadap sang adik.
Belakangan, fakta sebenarnya terungkap. Adik Randy ternyata pulang terlalu malam bukan karena urusan pribadi, melainkan sedang menyusun karya tulis berupa buku.
Menariknya, buku yang ditulisnya menceritakan tentang sosok sang kakak galaknya itu. Bagi sang adik, Randy selama ini menjadi pelindung dan inspirasi.
Hebatnya buku tersebut melenggang di Pameran Buku 2025 Jawa Timur. Sang adik memanfaatkan peluang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang membuka ruang bagi para pelajar untuk berkarya dan menerbitkan buku dalam ajang literasi terbesar di daerah tersebut.
Gelaran Pameran Buku 2025 merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-80 Pemprov Jawa Timur. Acara ini dibuka secara virtual oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 4 Oktober 2025.
Kegiatan ini menampilkan ratusan karya buku dari kalangan guru, kepala sekolah, siswa, dan cabang dinas pendidikan, yang mencerminkan semangat literasi dan kreativitas dunia pendidikan di Jawa Timur.
Dalam momen perayaan tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Timur berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan memecahkan Rekor MURI. Sepanjang tahun 2025, terkumpul sebanyak 1.580 buku hasil karya guru, kepala sekolah, cabang dinas, dan siswa.
Secara keseluruhan, total karya buku yang dihasilkan insan pendidikan Jawa Timur mencapai 9.300 judul, melampaui target awal 8.000 judul. Angka tersebut menunjukkan tingginya semangat menulis di lingkungan pendidikan provinsi ini.
Selain pameran dan peluncuran buku, berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, seperti lomba cerdas cermat, lomba paduan suara, pertunjukan orkestra khas Jawa Timur, serta bedah buku serentak di 24 cabang wilayah pada 3–5 Oktober 2025. Seluruh karya yang terkumpul akan disebar ke 38 kabupaten/kota sebagai bahan literasi dan inspirasi di perpustakaan sekolah.