Negara NATO Tolak Jauhi Rusia, AS Enggak Terima

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.

Negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO menolak perintah Amerika Serikat (AS) agar menjauhi Rusia. Hal tersebut membuat Washington DC murka.

Negara NATO yang dimaksud adalah Turkiye yang tegas menolak tuntutan AS untuk menghentikan pasokan gas Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Alparslan Bayraktar mengaku pihaknya akan melanjutkan pembelian dari semua pemasok yang tersedia, termasuk Moskow.

Pernyataan tersebut menyusul tekanan Presiden AS Donald Trump agar seluruh negara-negara NATO menghentikan pembelian gas Rusia dengan imbalan sanksi baru terhadap Moskow, yang diajukan sebagai cara untuk mempercepat proses perdamaian Ukraina.

Setelah bertemu dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pekan lalu, Trump mengisyaratkan bahwa Ankara, sesama anggota NATO, kemungkinan akan memenuhi tuntutannya.

Namun, Bayraktar menepis anggapan itu, menekankan pasokan yang stabil sangat penting bagi ketahanan energi negaranya, seperti dikutip dari situs Russia Today, Minggu, 5 Oktober 2025.

"Kita tidak bisa mengatakan kepada warga kita, 'kita kehabisan gas.' Untuk memastikan pasokan yang berkelanjutan, kita perlu memastikan akses ke sumber daya tanpa diskriminasi. Turki tentu saja akan terus menerima gas dari Rusia karena perjanjian sudah ada. Musim dingin akan segera tiba," tegas dia.

Bayraktar menambahkan jika Turkiye akan terus mendiversifikasi pemasok, serta memperluas produksi domestik.

"Kami memiliki konsumsi gas alam yang signifikan. Strategi diversifikasi sangat penting. Semakin banyak sumber yang kita beli, semakin aman," ujarnya.

Turkiye bukan anggota Uni Eropa, tetapi mitra kunci dan negara NATO. Ankara menolak bergabung dengan sanksi Barat terhadap Rusia setelah eskalasi konflik Ukraina.

Mereka tetap melanjutkan impor gas dan mempertahankan hubungan diplomatik yang erat dengan Moskow.

Selain Turkiye, dua negara Uni Eropa dan NATO, Hongaria dan Slovakia, juga menentang keras ajakan AS dan Uni Eropa lainnya agar menjauhi Rusia.

Moskow menyebut pembatasan yang menargetkan energinya ilegal dan merugikan diri sendiri, memperingatkan bahwa Uni Eropa harus beralih ke alternatif yang lebih mahal atau impor gas tidak langsung.

Para pejabat Rusia juga memandang upaya Trump untuk mengalihkan anggota NATO dari pasokan Rusia bertujuan untuk meningkatkan ekspor AS.

"Donald Trump tidak pernah menyembunyikan niatnya untuk mengamankan kepentingan ekonomi AS. Cara paling sederhana adalah memaksa seluruh dunia membayar lebih untuk minyak dan gas cair AS," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.